Tiga Narasumber Hadiri Seminar Media PC IMM Sleman

SLEMAN – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Seminar Media bertemakan,”kiat sukses menulis artikel di media cetak”, Sabtu pagi (30/5/2015). Acara yang digelar di Teatrikal Perpustakaan ini, dihadiri 120-an peserta dari berbagai Perguruan Tinggi di DIY. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dari Bidang Media, Komunikasi dan Informasi PC IMM Sleman. Ketua Bidang Media, Komunikasi dan Informasi Immawan Aris Budi Sinudarsono, mengatakan tujuan kegiatan ialah untuk memberikan dukungan motivasi bagi kader IMM maupun mahasiswa untuk berani menggeluti dunia kepenulisan. Mahasiswa sebagai agent intelektual harus mumpuni tidak hanya sukses dalam kuliah, tetapi juga mampu mendatangkan karya, salah satunya dengan menulis.
Tiga narasumber hadir memberikan materi diantaranya Dr. Hamdan Daulay, M.Si, MA (Dosen UIN Suka, Kolumnis Senior), Bramma Aji Putra, S.Kom.I (Penulis Buku Menembus Koran), Ahmad Mu’arif (Redaksi Suara Muhammadiyah). Ahmad Mu’arif memberikan pengantar seputar keredaksian di Suara Muhammadiyah dan menyinggung persoalan proses pengiriman artikel di media cetak. Sebagai seorang redaktur, ia mengungkapkan seringkali mendapati tulisan dari  Dosen bahkan Guru Besar yang tidak sesuai dengan ketentuan kaidah jurnalistik.
”Di Majalah SM ada beberapa rubrik yang bisa dimasuki tulisan. Yang paling repot saat tulisan dari Dosen atau Guru Besar yang mengirimkan tulisan layaknya makalah atau paper, padahal untuk muatan Majalah terbatas. Ya, kita mau nggak mau harus merangkum tulisan yang dikirim.”ujarnya
Hamdan Daulay menambahkan, hal ini didasari oleh adanya perbedaan kaidah kepenulisan. Karya ilmiah populer sangatlah berbeda dengan membuat artikel. Artikel cenderung singkat dan padat, tidak ada penambahan semacam footnote apalagi daftar pustaka. Ia juga menceritakan pengalamannya saat memulai masuk dunia menulis.”Dulu saya ketika mau mengirimkan tulisan jalan kaki dari Asrama UIN ke KR sampai 14 kali tidak dimuat. Nah, saya coba ketemu redaksinya di KR kesalahannya di mana mesti cukup susah untuk menemuinya. Alhasil, ketemu dan di tulisan ke-15 saya itulah dimuat.”tutur Hamdan
Tidak jauh berbeda dengan Brama, saat ini ia sudah mengantongi 200 tulisan yang telah dimuat di berbagai media cetak baik lokal maupun nasional. Bukunya berjudul menembus koran telah menggugah inspirasi pembacanya.”Dulu ada loper koran pernah beli buku ini, tak tahunya sekarang ia menjadi penulis aktif bahkan sering mengisi mendongeng.”jawabnya.
Kontributor : Aris Arena