Ternyata Kalangan Tabiin, Ulama Madzhab Syafii, Maliki, dan Hanafi Membolehkan Hisab

Banyak yang mengira bahwa penggunaan ilmu hisab untuk menentukan awal bulan Ramadhan dan Syawal adalah monopoli Muhammadiyah. Bahkan lebih seram lagi, penggunaan ilmu hisab oleh sebagian orang dianggap bidah dan tidak sesuai dengan sunnah. Apakah memang demikian? Benarkah ulama kita terdahulu tidak ada yang menggunakan hisab?

Jika kita mau melihat kembali kitab kuning, kenyataannya dari semua mazhab empat, ada para ulama yang menggunakan ilmu hisab. Dari pernyataan mereka bahkan secara sharih menyatakan, jika rukyat dan hisab bertentangan, maka didahulukan hisab. Berikut pernyataan pendapat ulama dari empat mazhab: