Puncak Milad Pemuda Muhammadiyah ke 83 di Gedung MPR

Jakarta – Beberapa tokoh berkumpul menghadiri peringatan malam puncak Milad Pemuda Muhammadiyah ke-83 yang digelar di kompleks Parlemen, Jakarta. Para tokoh itu berbicara tentang peran Muhammadiyah di Indonesia.


Acara itu digelar di ruang Nusantara V yang biasa digunakan sebagai ruang paripurna DPD RI, di komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (10/5/2015) malam.


Di antara yang hadir adalah Ketua MPR Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, hakim MK Patrialis Akbar, Ketua PP Muhammadiyah Bambang Soedibyo, ketua komisi VIII DPR Saleh Daulay, Sekjen PAN Edie Soeparno.


Kemudian beberapa anggota DPR yaitu Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto, anggota F-PAN Ali Taher Parasong, lalu mantan pimpinan MPR yang juga politisi Partai Golkar Hajriyanto Tohari dan lainnya.


Dalam sambutannya, perwakilan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Bambang Soedibyo, memaparkan tentang peran Muhammadiyah dalam bidang sosial, pendidikan dan ekonomi di Indonesia sejak organisasi itu berdiri tahun 1912 silam.


‎”Muhammadiyah memiliki lebih dari 5.000 sekolah, 170 perguruan tinggi se-Indonesia yang tidak dimiliki organisasi lain. Hanya pemerintah yang mengalahkan Muhammadiyah dari segi jumlah,” ujar Bambang yang juga mantan Mendiknas itu.


Begitu juga kata Bambang dalam bidang kesehatan, Muhammadiyah memiliki lebih dari 600 rumah sakit di Indonesia, serta bidang lainnya. Menurutnya, aset tersebut sangat besar di mana secara ekonomi juga mempekerjakan banyak orang di seluruh aset itu “Saya bersama Pak Anwar Abbas (bendahara Muhammadiyah) pernah memperkirakan hanya dari lembaga pendidikan dan kesehatan saja, cash flow kita tidak kurang dari Rp 15 triliun. Kalau dikelola dengan baik akan bisa jadi kekuatan ekonomi,” ucap Menkeu era Gus Dur itu di hadapan ratusan kader Pemuda Muhammadiyah.


Sementara ketua MPR Zulkifli Hasan, mendorong agar kader-kader Muhamma‎diyah lebih banyak lagi yang duduk di jabatan politik, baik pemerintah daerah maupun lembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif.


“Muhammadiyah yang besar dan banyak itu tidak akan berarti banyak kalau kita tidak bisa mengkonversi menjadi kekuasaan. Maka yang lebih penting lagi merebut kekuasaan. Jadi bupati, gubernur, walikota, presiden. Rebut itu,” ucap Zulkifi Hasan.


‎”Tentu tidak ada jalan datar, semua perlu pertarungan keras. Karena itu Pemuda Muhammadiyah perlu memiliki yang disebut Tjokroaminoto semurni-murninya tauhid, setinggi-tingginya ilmu dan sepintar-pintarnya siasat,” imbuh ketum PAN itu.


“Saya ucapkan selamat Milad ke-83 bagi Pemuda Muhammadiyah,” lanjut pimpinan MPR lain Hidayat Nur Wahid.(rol/sp)