PP IPM Temui Hary Tanoe

JAKARTA – Hary Tanoesoedibjo CEO MNC Group yang sekaligus merupakan Ketua Umum Partai PERINDO kamis (19/6) menerima kunjungan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Tujuan PP IPM berkunjung ke Bapak Hary Tanoesoedibjo kemarin adalah untuk bersilaturahmi sekaligus dalam rangka mengundang bapak Hary Tanoesoedibjo dalam acara Rapat Koordinasi Bidang Kewirausahaan dan Seminar Nasional dalam rangka menghadapi MEA 2015.
Delegasi dipimpin oleh M. Khoirul Huda selaku ketua Umum PP IPM, ditemani Eko Andriyanto, M. Hanif Alusi, Khoirul Sakti, Arman Darmawan, Ibrahim dan Desita Nur Rahmania. M. Khoirul Huda Dalam paparannya didepan bapak Hary Tanoesoedibjo, kunjungannya kali ini selain bersilaturahmi mereka menyampaikan kegelisahan dan ketakutan para pelajar dalam menghadapi MEA 2015.
“Kami sangat khawatir dengan kondisi Indonesia saat ini bapak, apalagi sebentar lagi Indonesia akan menghadapi MEA 2015. Akan tetapi syiar yang dilakukan oleh pemerintah tidak begitu baik. Menurut data yang saya dapat dari secretariat Asean, Indonesia masih berada di posisi 6 dalam kesiapan menyambut MEA masih dibawah Singapore, Malaysia dan Thailand. Bahkan Thailand sudah mempunyai TV sendiri buat mensyiarkan persiapan Thailand dalam menghadapi MEA 2015. Yang saya takutkan, Indonesia akan menjadi penonton di Negara sendiri di MEA nantinya.” Kata Eko Andriyanto selaku ketua bidang Kewirausahaan.
Melihat kegelisahan tersebut, bapak Hary Tanoesoedibjo menjelaskan saat ini tingkat pendidikan Indonesia masih rendah. Mayoritas penduduk Indonesia berpendidikan SMA ke bawah. Mengutip data Badan Pusat Statistik, per Februari 2015 tingkat pendidikan tenaga kerja Indonesia masih didominasi pendidikan SD ke bawah, yakni sebesar 54,61 juta orang atau 45,19%. Tingkat menengah pertama 21,47 juta orang atau sebesar 17,77%. Menegang atas 19,81 juta orang, kejuruan 11,80 juta. Sedangkan yang berpendidikan diploma dan universitas masing-masing sebesar 3,14 juta dan 10,02 juta orang.
Dia menyarankan dalam menyambut MEA ini para pelajar mengambil kesempatan menjadi wirausaha muda melihat peluangnya sangat besar karena perekonomian Indonesia terus berkembang. Selain itu, menjadi wirausaha juga sangat dibutuhkan kehadirannya oleh Indonesia. Sebab, kata HT, keberadaan pengusaha dibutuhkan untuk memajukan Indonesia. 
Menanggapi undangan yang diterima kepadanya, bapak Hary Tanoesoedibjo dengan senang hati akan menghadiri acara yang diselenggarakan dihotel Sofyan tanggal 4 Juli mendatang. Bahkan beliau berkomitmen, akan menyempatkan hadir jika ada acara kewirausahaan di wilayah lain diluar Jakarta. “Dimanapun acaranya, jika ini demi kebaikan pelajar dan guna untuk kebaikan bangsa Indonesia Saya siap hadir.” Tegasnya. (sp/ppipm)