Pernyataan Sikap IMM Jawa Barat Terkait dengan Anarkisme Aparat

Pada Senin (1/6) di depan istana negara terjadi insiden anarkisme aparat kepolisian dalam aksi tarik mandat Jokowi-JK. Insiden ini mengakibatkan
1 orang aktivis Immawati terkena gas air mata, kondisi parah
1 orang aktivis IMM terluka di bagian perut
3 orang aktivis bengap-bengap, saat ini sedang menjalani visum
3 orang aktivis IMM ditahan
1 orang aktivis GPII belum diketemukan, saat ini sedang dalam pencarian. 
(dppimm.or.id)

Tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian terhadap pengawalan aksi massa terkesan seperti “mesin pembunuh”. Sehingga tak ada lagi penanganan yang bisa dilakukan kecuali dengan menembakan gas air mata. Peristiwa ini menjadi catatan kelam aparat kepolisian di bawah rezim Jokowi dalam menangani aksi massa yang menyuarakan aspirasi rakyat. Maka dari itu Jokowi harus bertanggung jawab. Sehubungan dengan pemaparan di atas, maka Bidang Hikmah DPD IMM Jawa Barat menyatakan sikap sebagai berikut:

1. DPD IMM Jawa Barat mengutuk keras tindakan oknum aparat yang menembakkan gas air mata, menembak dengan peluru karet serta melakukan pemukulan terhadap kader IMM padahal massa aksi sedang dalam perjalanan pulang ke Kantor PP Muhammadiyah.

2. DPD IMM Jawa Barat menilai bahwa perilaku aparat bertentangan dengan semangat UUD 1945 dan demokrasi dimana setiap warga negara berhak berserikat, berkumpul dan menyalurkan aspirasinya tanpa ada ancaman dan intimidasi dari pihak-pihak tertentu.
3. DPD IMM Jawa Barat mendesak kepada Bapak Jokowi untuk secara tegas dan adil mengusut dan memberi hukuman kepada oknum aparat yang berlaku anarkis terhadap kader IMM.
4. DPD IMM Jawa Barat mendesak Kapolri untuk memberhentikan anggotanya yang terbukti melakukan tindakan represif terhadap kader IMM.
DPD IMM Jawa Barat
Kabid. Hikmah
Ttd
Immawan Zaki Nugraha