Pernyataaan “Social Movement Institute” Sebelum Meninggalnya Dr.Said Tuhuleley

SAID TUHULELEY
Kami di SMI memanggilnya Pakdhe Said. teman-teman HMI mengenal beliau sebagai senior yang akrab disapa Bang Said. Aktivis kemanusiaan ini semasamudanya adalah Presiden Dewan Mahasiswa IKIP (sekarang Universitas Negeri) Yogyakarta.Pakdhe Said adalah simbol keberanian bagi kami. Pada usia yang masih belia, dia menentang Soeharto ketika sedang di puncak kejayaan. Pembangkangan heroik yang mengantarnya ke jeruji penjara otsus di semarang pada akhir 70-an. Selama 6 bulan pemuda kelahiran Kulur Saparua ini merasakan berbagai siksa dan kekejaman penjara.

Pakdhe Said adalah contoh dari sedikit orang yang menyatu antara kata dan perbuatan. Sejak diberi amanat memimpin Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, beliau bersumpah untuk membawa Majelis ini menjadi PKO (Penolong Kesengsaraan Oemoem) masa kini. Ruh PKO yang menjadi garda depan perjuangan di masa awal berdirinya Muhammadiyah beliau tetapkan sebagai jalan hidup MPM. Bagi pakdhe Said, “selama rakyat masih menderita, tidak ada kata untuk istirahat”. Dan beliau benar-benar melakukannya. Pakdhe Said adalah segelintir ketua majelis di tingkat pimpinan pusat yang tiap hari ngantor. Seluruh hidupnya diabdikan untuk kepentingan persyarikatan dan kaum papa. Tiada keraguan atas hal itu.
Bagi SMI, pakdhe Said adalah bapak dan pelindung sejati. Petarung sepuh ini mengajarkan kepada kami banyak hal, kepercayaan, loyalitas, militansi, dan pengorbanan. Pada dirinya SMI berhutang banyak. Pakdhe Said membantu pasang badan terhadap fitnah yang menimpa SMI bahkan sejak kami masih bayi. Beliau mendukung dan membantu serta mengambil posisi bersama kami di saat tiada seorangpun yang mau percaya kepada SMI. Beliau adalah dewan pendiri SMI yang menyediakan kesediaan bergabung untuk pertama kali.
Berita sedih harus kami kabarkan tentang pribadi humanis ini. Tubuh ringkihnya sedang dipaksa melawan komplikasi Diabetes dan ginjal yang sedang menggerogoti. Hancur hati ini memandang prajurit berani ini tergolek berjuang melawan takdir. Kepada teman-teman semua, keluarga besar SMI mohon keikhlasan doa kesembuhan untuk beliau yang saat ini masih dirawat di PKU Muhammadiyah Gamping. Pakdhe Said adalah bagian tak terpisahkan dari SMI, tuhan mengirimkannya untuk kami. Adalah kehormatan besar bisa bekerja bersamanya. Dan kami ingin kehormatan itu tetap menyertai kami lebih lama lagi. Do not give up, pakdhe! Keep on fighting. We will always be with you….