Peresmian Pembangunan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Banjarmasin – Ahad, 14 Juni 2015 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan meresmikan peletakan batu pertama pembangunan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin yang dilakukan oleh Prof. Dr. Malik Fadjar ( Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah ) .

Peletakan batu pertama pembangunan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin dimulai. Bertempat di jl Trans Kalimantan Lingkar Utara Desa Semangat Karya Kab. Barito Kuala Kalimantan Selatan.Acara yang dibarengi dengan Tabligh Akbar ini berlangsung khidmat dihadiri seribuan jamaah Muhammadiyah dari kota Banjarmasin dan sekitarnya. 

Hadirpula Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan beserta jajaran pemerintah daerah dan muspimprov. Dalam sambutannya ketua PWM Kalsel, Prof. Dr. H. A. Khairuddin, M.Ag menyampaikan bahwa masterplan dari Universitas Muhammadiyah Banjarmasin ini mengambil konsep floating university seperti halnya floating market yang menjadi khasnya Banjarmasin. Mengingat tanahnya berupa lahan gambut rawa maka konsep universitas terapung cocok diterapkan. Sehingga nantinya antara gedung satu ke gedung lain akan terhubung dengan jembatan di atas air. 

RAB gedung UMB menghabiskan dana 400M dan untuk saat ini sudah terkumpul dana 40 M sehingga diharapkan 8 bulan ke depan dapat terbangun masjid dan gedung minimal 20 lokal 3 lantai. Sementara itu gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Arifin menyatakan dukungan penuhnya terhadap upaya Muhammadiyah Kalsel mendirikan UMB. Dan dirinya beserta jajaran pemerintah di bawahnya akan mensupport selalu.

Acara puncak adalah pengajian sekaligus peletakan batu pertama oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr HA Malik Fadjar M.Sc. Dalam arahannya beliau berpesan agar PWM Kalsel selaku inisiator UMB harus percaya diri. Terus menerus menebar silaturahmi ke semua pihak jangan bersikap tertutup dan mengurung dari pergaulan masyarakat.

Selanjutnya beliau mengingatkan untuk seluruh warga Muhammadiyah Kalsel agar jangan bermain main dengan pendidikan. Karena pendidikan investasi masa depan, maka pendidikan harus selalu mengacu pada perubahan di masa depan. Sesuai pesan sahabat Ali didiklah dan persiapkanlah generasimu untuk masa yang akan datang. 

Khusus untuk panitia, Anggita Wantimpres ini mewanti-wanti dalam pembangunan UMB untuk tidak berhutang.“ Jangan hutang di Bank..! di dalam Muhammadiyah hal seperti itu tidak diperbolehkan”.“ Dengan mengucap bismillahirrahmaanir­rahim peletakan batu pertama ini saya mulai..walau bukan tradisi di Muhammadiyah namun gak papa semoga ini sebagai spirit syiar dan motivasi dalam berjuang.”

Universitas Muhammadiyah Banjarmasin merupakan pengembangan dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Stikes Muhammadiyah Banjarmasin termasuk terbesar di Banjarmasin, dengan jumlah mahasiswa kurang lebih 3.500 orang.


Pembangunan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin diharapkan bisa menghasilkan sumber daya manusia yang lebih baik lagi dan berguna untuk persyarikatan, ummat dan bangsa (sp.com)