Muhammadiyah : Pinjamkan Pulau Bagi Rohingya

Muhammadiyah mengingatkan pemerintah untuk tidak mencampakkan pengungsi Rohingya. Bila perlu, pemerintah menyediakan sebuah pulau khusus bagi mereka. 

“Segera layani, santuni karena dia berada di kawasan kita. Bila perlu sediakan pulau khusus karena jumlahnya banyak, kita punya 17 ribu (pulau), sebagian tidak dihuni mungkin bisa dipinjam sementara,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta, Selasa 9 Juni 2015.

Muhammadiyah, kata Din, sudah mengeluarkan sikap mendorong pemerintah Indonesia memberikan pelayanan. Sebab masalah Rohingya adalah persoalan kemanusiaan.

“Paling penting karena akar masalah di Myanmar, maka bagaimana pemerintah Indonesia bersama negara-negara ASEAN lain mendesak pemerintah Myanmar itu untuk mengakui kewarganegaraan etnik Rohingya. Itu pangkal masalahnya,” kata Din.

Pendekatan kemanusiaan memang dibutuhkan dalam menangani pengungsi rohingya. Selain itu, kata Din, pendekatan diplomasi ke Myanmar dan kawasan Asean juga perlu dilakukan. 

“Dan saya kira pemerintah bisa didukung masyarakat, saya mendapat info negara asing seperti Amerika Serikat mau membantu.”

Sebelumnya, Amerika Serikat dikabarkan menyiapkan sumbangan senilai US$3 juta kepada Organisasi Migrasi Internasional (IOM) guna mendukung usaha mengatasi krisis pengungsi di perairan Asia Tenggara. Bantuan bagi para imigran yang rentan ini melengkapi bantuan kemanusiaan senilai hampir 109 juta dolar AS dari Pemerintah AS untuk masyarakat Myanmar yang rentan. Bantuan juga diperuntukkan bagi Rohingya di Myanmar sejak tahun anggaran 2014. (sp/viva)