Jusuf Kalla : Jangan Berkiblat Ilmu ke Al Azhar dan Madinah Saja

TEGAL – Indonesia sebagai negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia harusnya bisa melahirkan suatu peradaban Islam. Hal inilah yang dicita-citakan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK).
Dalam pidato pembukaan JK dalam acara Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Indonesia Ke-5 di Ponpes At Tauhidiyah Cikura Bojong Tegal Jawa Tengah, ia memaparkan keinginannya untuk membuat suatu lembaga pendidikan Islam sekelas dunia.
“Jumat yang lalu, hadir Menteri Agama, bapak Din, dalam sidang kabinet terbatas kita putuskan bahwa Indonesia harus memiliki pusat penelitian dan pengembangan pemikiran kelas internasional,” jelas JK dalam pidato sambutannya, Senin (8/6/2015).
Menurut JK, saat ini Indonesia tak begitu terlihat sumbangsihnya di ranah pemikiran Islam. JK mengatakan, inilah yang dituntut negara-negara OKI kepada Indonesia, agar lebih banyak berperan dalam hal pemikiran.
JK berpesan, orang Indonesia jangan minder untuk melahirkan lembaga pendidikan tingkat dunia. Selama ini rujukan ilmu pengetahuan Islam masih berkiblat ke Al Azhar Mesir dan ke Madinah. Ia ingin suatu saat nanti Indonesia juga bisa dilirik soal ilmu pengetahuan Islam.

“Kita jangan berkiblat (ilmu) ke Al Azhar dan ke Madinah saja. Kita ingin orang yang mencari ilmu Islam yang washatiyah (jalan tengah), datanglah ke Indonesia,” tambahnya.
JK mengatakan, dulu mahasiswa Indonesia banyak yang dikirim belajar ke luar negeri seperti Mesir, Saudi, Libya, Yaman, dan negara-negara Arab lainnya. Namun menurut JK, soal peradaban akhlak harusnya Indonesia yang menjadi gurunya. 
“Apalagi yang kita pelajari soal peradaban akhlak. Tidak ada lagi yang bisa kita pelajari lagi dari sisi akhlak. Kita lebih beradab dan berakhlak dari sisi perilaku beragama. Kita tidak saling membunuh, tidak ada masjid di bom,” jelas JK. (sp/republika)