IMM Sumut Minta Kapolri Copot Kapolda dan Kapolresta

DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Utara (Sumut),
meminta Kapolda Sumut dan Kapolresta Kota Medan bertanggung jawab, atas
Kejadian yang mengakibatkan 3 orang kader IMM menderita luka bakar.

“Kami (DPD IMM Sumut, red) juga meminta Kapolri untuk memecat kedua
oknum pejabat teras polisi di Sumut dan kota Medan, karena tidak mampu
menertibkan anggotanya,” tegas Ketua Umum DPD IMM Sumut, Qahfi Romula
Siregar.

Kejadian yang menimpa 3 kader IMM ini, merupakan bukti bahwa Polisi
bukan lagi sebagai pengayom masyarakat. Karena dalam UU no 9 tahun 2008,
memberikan kesempatan kepada siapa saja secara merdeka untuk
menyampaikan pendapatnya di depan umum. Tapi kenapa, saat kader IMM
menyampaikan pendapat tentang aksi solidaritas atas penembakan kader IMM
di Jakarta, kok malah di larang dan berakhir tragis bagi 3 kader IMM.

“Jika hari ini yang menjadi korban adalah kader IMM, bisa jadi besok
organisasi mahasiswa dan masyarakat lainnya jadi korban. Oleh karena
itu, tiada kata lain selain COPOT KAPOLDA SUMUT DAN KAPOLRESTA KOTA
MEDAN,” geram Aktivis IMM Sumut ini.

Aksi tragis ini terjadi, saat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Medan
berunjuk rasa di perempatan Jalan Balaikota dan Jalan Ahmad Yani VII,
persisnya di depan Gedung London Sumatera (Lonsum). Aksi yang dilakukan
IMM Medan ini, karena tindakan represif aparat keamanan kepada kader
IMM, yang melakukan unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta pekan
lalu, hingga mengakibatkan dua kader IMM harus koma di rumah sakit
akibat terkena peluru karet dan gas air mata.

Saat masa aksi mencoba membakar ban, Polisi menghalangi dengan merampas
sejumlah ban dan botol air mineral, berisi bensin. Saat terjadi aksi
tarik-menarik, tiba-tiba api menyala besar.

Api langsung menyambar spanduk dan kaki Muhammad Riswan Aswadi. Melihat
Aswadi terbakar, sejumlah rekannya langsung membantu memadamkan api.
Aswadi langsung digotong ke becak bermotor (betor) dan dilarikan ke RSU
dr Pirngadi Medan.

Dua rekannya yang ikut membantu memadamkan api, Aulia Asmul Fauzi dan
Sapta Lestari, juga dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka bakar
di wajah dan tangan.

Kericuhan pun terjadi. Para mahasiswa menuding polisi yang telah
mengakibatkan rekan mereka terbakar. Mereka lalu menyerang polisi dengan
melemparkan helm, dan aksi anarkis pun sempat terjadi.

Sebelumnya juga, saat masa aksi hendak membakar ban, secara tiba-tiba
seorang pria berkemeja putih yang belum diketahui identitasnya
memprovokasi.

Kini, tiga orang Kader IMM sedang dirawat di rumah sakit. Yang mengalami
luka bakar paling parah adalah Muhammad Riswan Aswadi, sedangkan dua
mahasiswa lainnya, Aulia Asmul Fauzi dan Sapta Lestari mengalami luka
bakar di wajah dan kaki.

‘’Kapolri harus segera melakukan evaluasi atas kinerja kepolisian di
Sumut dan Kota Medan. Kalau tidak, akan makin banyak korban baru?, kami
juga meminta, evaluasi dilakukan bukan untuk mencari kambing hitam, atau
mencari siapa yang salah dan yang benar dibalik kasus ini, tapi
evaluasi itu dilakukan untuk mengetahui apa sebenarnya yang menjadi
masalah,” ungkapnya. (sp/suarapembaharuan)