Din Syamsuddin Kritik Densus 88 yang Kerap Tembak Mati Terduga Teroris


Jakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai
penanganan teroris di Indonesia selama ini belum tepat. Kepolisian
selama ini cenderung langsung menembak mati orang yang diduga teroris.
Padahal, menurut Din, mereka seharusnya diperiksa terlebih dahulu.
“Tahu-tahu
sudah sering korbannya tertembak mati sehingga tidak bisa kita tanya
mengapa Anda demikian. Ini yang harus diperbaiki. Kita tetap menolak dan
harus perangi terorisme, tapi perlu dengan cara tepat dan jitu,” kata
Din 
Ia
berpendapat bahwa cara penanganan teroris selama ini cenderung
melenggangkan aksi terorisme. Program deradikalisasi sedianya tidak
dilakukan dengan cara-cara yang radikal.
“Nah, ini yang
harus dievaluasi, dikoreksi. Alhamdulillah BNPT (Badan Nasional
Penanggulangan Teroris) dan timnya sudah bertemu dengan MUI (Majelis
Ulama Indonesia)” sambung Din
Kepada BNPT dan Datasemen Khusus
Antiteror 88, Din mengaku sudah berpesan agar pelaku terorisme ditangani
dengan cara-cara khas Indonesia. Misalnya, dengan mencari tahu latar
belakang pelaku dan motif mereka. Jika sudah mengetahui tujuan dan motif
pelaku, Din yakin para pelaku bisa disadarkan melalui dialog dengan
tokoh agama.
“Kami yakin kalau kita tahu siapa
orangnya, tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh Islam bisa berbicara dan
mungkin mereka akan menyadari. Tapi yang terjadi kan kita tidak tahu,”
tutur Din.
Kendati demikian, Din bersyukur karena kondisi Indonesia sekarang relatif aman dari aksi terorisme. Pada dasarnya, kata Din, semua ajaran agama di Indonesia memandang bahwa kekerasan yang mengatasnamakan agama bukanlah sikap keagamaan. Aksi kekerasan justru bertentangan dengan ajaran agama.
Oleh karena itu, Din berharap agar masyarakat tidak langsung mengaitkan aksi terorisme dengan agama tertentu.
“Bagi saya, tindak kekerasan yang menggunakan nama agama, yang merusak, menghilangkan nyawa orang lain, itu adalah penyalahgunaan agama, adalah pembegalan nilai-nilai agama yang sesungguhnya sangat berorientasi pada kasih sayang dan perdamaian,” ujar Din.(vv/sp.com)