Catatan Ust.Fathurahman Kamal, Selamat Jalan Bang Sa’id, FirdausNya Merindumu !

Suatu saat kami duduk berdua, usai sholat subuh berjamaah di Masjid Padepokan Budi Mulia. Saya mem-beranikan diri bertanya kepada Bang Sa’id, “Apa yang membuat Bang Sa’id sedemikian gigih memperjuang kan kaum mustadl’afin melalui Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) tanpa mengenal lelah, pada usia dan kesehatan yang semakin lemah?”.
Dengan sangat enteng dan nada penuh ketulusan beliau menjawab,”Saya ingin jika meninggal nanti banyak orang yang mendo’akan saya, ustadz.”
Ya Robb, sungguh indah kodrat dan iradatMu, muliakan beliau sebagaimana Bang Said telah tanpa kenal lelah terus berjuang memuliakan hamba-hambaMu yang kehidupan mereka tak seindah dunia yang semakin hari makin tak berpihak pada mereka. Jadikan ucapan dan segala tindakannya “tak ada kata istirahat selama rakyat masih menderita” sebagai pemberat mizan segala kebaikannya di sisiMu ya Rabb.
Ketulusan, kesungguhan dan totalitas dalam berjuang adalah nilai yang melekat pada beliau. Istiqamahkan kami meneruskan perjuangan beliau ya Robb…
Ikhtiar terbaik,
lantunan kalimah thayyyibah yang menggetarkan setiap jiwa beriman,
berat raut muka serta kebersamaan dan kehangatan sahabat-sahabat…setia mendampingimu di akhir nafasmu yang dikehendakiNya…

Dan akhirnya kami hanya dapat mengikhlaskanmu Bang, 
kami tau Allah lebih mencintai dirimu di atas segala kasih siapapun…

Selamat jalan Bang, FirdausNya merindumu…!
Amarta 201 RS Sardjito, Selasa 9 Juni 2015, pkl 23.33