Sepenggal Kisah Pak AR dan Dakwah

Sebagaimana ditegaskan dalam Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah (MKCH), Muhammadiyah adalah gerakan Islam dan dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Sebagai gerakan dakwah, maka yang utama bagi Muhammadiyah adalah bagaimana pesan-pesan dakwah dapat sampai dan diterima oleh masyarakat. Cerita mengenai  almarhum Pak AR menemui Mendagri Amir Mahmud di awal Orde Baru, menunjukkan bahwa bagi Muhammadiyah, menyampaikan pesan dakwah adalah hal utama.
Di awal Order Baru dulu ada kebijakan dari Mendagri Amir Mahmud yang melarang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari Muhammadiyah menjadi pengurus Muhammadiyah. Pak AR melakukan silaturrahim ke Mendagri  Amir Mahmud untuk menegoisasikan kemungkinan pemberian kelonggaran. Paling tidak, dalam wilayah tertentu yang kehadiran PNS untuk mengurus Muhammadiyah, amat diperlukan. Mendagri ternyata tetap pada pendiriannya; melarang PNS menjadi pimpinan Muhammadiyah. Pak AR kemudian meminta Mendagri untuk mengijinkan PNS dari warga Muhammadiyah membuat pengajian di kantor. Mendagri mengijinkan permintaan Pak AR tersebut. Sejak itu, tumbuh subur pengajian di kantor-kantor hingga sekarang.
Sepenggal kisah tersebut menunjukkan bahwa komitmen Muhammadiyah terhadap aktitivitas dakwah cukup tinggi. Bagi Muhammadiyah, yang penting adalah bagaimana pesan dakwah itu bisa sampai kepada ummat Islam. Betapapun ada kesulitan dan kekurangan di sana sini.
*Diambil dari naskah Seminar Pra-muktamar Malang, “Model dan Strategi Dakwah Muhammadiyah dalam Pembinaan Ummat di Tengah Dinamika Masyarakat Saat Ini” karya Prof. Dr. H. Ki Ageng AF Wibisono, MA 
sumber: suryaformosa.com