Puluhan Mahasiswa UAD akan Berdakwah di Bali

YOGYA – Masyarakat Muslim di Provinsi Bali merupakan golongan minoritas. Meski begitu kehidupan keagamaan di provinsi ini berjalan dengan damai. Meski minoritas namun umat Muslim di Bali ingin menunjukan bahwa agama Islam adalah agama rahmat buat semua umat. Hal itu juga ditangkap oleh Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Tahun ini, UAD mengirimkan 54 mahasiswanya melalui program kuliah kerja nyata (KKN) di lima kecamatan di Kabupaten di Bali yaitu di Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Negara.

Rektor UAD Kasiyarno bersama dengan pimpinan UAD lainnya yaitu Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Abdul Fadil dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Sarbiran serta Wakil Rektor Bidang Akademik, Muchlas dan sejumlah staf rektorat serta fakultas UAD bersama para wartawan mengunjungi lokasi KKN di dua Kabupaten di Bali tersebut. Kunjungan pimpinan UAD ini dilakukan selama dua hari 1-2 Mei 2015 lalu. 
Selain mengunjungi lokasi KKN di dua kabupaten itu, Rektor UAD juga sempat mengunjungi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jembrana Bali. Kasiyarno meminta masukan terkait pelaksanaan KKN UAD di dua kabupaten di Bali tersebut. Rombongan UAD diterima dengan baik oleh PDM Bali. 
Dalam kesempatan itu Ketua PDM Jembrana Bali, Anshori mengatakan, umat muslim di Bali hanya 30 persen dari jumlah penduduk di pulau tersebut. Banyak tantangan yang dihadapi umat Muslim di Bali saat ini, antara lain gerakan kristenisasi, otonomi daerah , pelestarian kultur budaya Bali, dan masalah kemiskinan. “Umat Muslim di Bali ini mayoritas miskin,” ujarnya.
Diakuinya, kedatangan mahasiswa KKN dari UAD cukup membantu memberikan semangat kehidupan umat muslim di Bali. Melalui beberapa program mahasiswa UAD di Bali memberikan pendidikan keagamaan pada anak-anak Muslim melalui pengajian dan juga pendampingan pembelajaran bagi siswa sekolah. Keberadaan mahasiswa UAD juga memacu siswa Muslim di Bali menempuh pendidikan lebih tinggi ke depannya.
Meski begitu, ke depan pihaknya berharap program KKN UAD terus dikembangkan terutama untuk program kesehatan. Pihaknya meminta mahasiswa dari fakultas kesehatan masyarakat dan kedokteran memberikan penyuluhan terkait pola hidup sehat dan juga gizi. Karena kehidupan nelayan di Bali membutuhkan pendampingan kesehatan tersebut. (sp/rol)