PP Pemuda Muhammadiyah Beri Saran Kepada Khofifah Indar Parawansa

Pemuda Muhammadiyah sudah membuktikan diri turut berkiprah membangun bangsa ini sejak didirikan 83 tahun lalu. Sayap ormas Muhammadiyah tersebut pun sudah memainkan perannya selama ini sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus sebagai kontrol sosial politik.
Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Edi Agus Yanto menyampaikan hal tersebut saat bertemu Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di kantor Kemensos, di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Jakarta Pusat, Selasa malam (12/5/2015).
Karena itu, dia mengingatkan, sinergitas antara pemerintah dengan elemen masyarakat harus lebih ditingkatkan untuk memajukan Indonesia.
“Sudah saatnya pemerintah tidak memaksa civil cociety untuk turun ke jalan karena kebijakan pemerintah tidak pro rakyat atau lemahnya kepemimpinan. Seharusnya elemen masyarakat tidak perlu lagi turun ke jalan tetapi secara bersama-sama dengan pemerintah mempercepat pembangunan untuk Indonesia berkemajuan,” ungkapnya.
Apalagi, sambung Ketua PP Pemuda Muhammadiyah bidang Buruh, Tani dan Nelayan ini, kondisi Indonesia sejauh ini terlihat berjalan sempoyongan. Karena pemerintah tidak mampu melakukan konsolidasi politik.
“Ini mengakibatkan ekonomi bangsa kita mengalami kemunduran ditandai dengan melemahnya nilai tukar rupiah dan naiknya harga kebutuhan pokok dan transportasi sehingga masyarakat menjadi korban akibat tidak selesainya konsolidasi politik,” ungkapnya.
Karena itulah, tema Milad ke-83 Pemuda Muhammadiyah ‘Gerakan Pemuda Muhammadiyah untuk Indonesia Berkemajuan’ dilatarbelakangi kegundahan atas kondisi bangsa akhir-akhir ini yang mengalami kegaduhan baik hukum, politik dan ekonomi. 
“Semoga tema milad Pemuda Muhammadiyah ini mampu menjadi inspirasi seluruh elemen bangsa untuk berjamaah berlomba lomba memberikan yang terbaik untuk bangsa bukan membuat kegaduhan, sehingga Indonesia yang berkemajuan bisa terwujud,” jelas Edi yang juga Ketua Panitia Milad ini. 
Mensos sendiri menyambut baik dan mengajak Pemuda Muhammadiyah untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan umat, khususnya di bidang sosial karena masih ada jutaan orang yang harus mendapatkan santunan sosial.
“Pemuda Muhammadiyah menyatakan siap berjihad menelusuri sampai kepelosok desa untuk melakukan pendataan sehingga meminimalisir anggota masyarakat yang berhak mendapat santunan tetapi tidak mendapatkan karena tidak terdata. Kerja pengentasan sosial harus masif, sistemik, terstruktur dan melibatkan seluruh elemen bangsa secara berjamaah,” tegas Edi.
Dalam kesempatan itu, Mensos Khofifah menyatakan kesediannya menghadiri malam puncak peringatan Milad ke-83 Pemuda Muhammadiyah 30 Mei mendatang di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. (sp/rmol)