Perancis Melarang Muslimah Berjillbab, Apa Kabar Anggun Sang Pejuang HAM?

 

PARIS – Sudah lebih dari satu dekade lamanya umat Muslim mengalami diskiminasi atas larangan menggunakan hijab di luar rumah. Larangan tersebut berlaku sejak tahun 2004 oleh pemerintah Prancis. Saat ini, Prancis akan perpanjang aturan larangan mengenakan hijab tersebut.

“Apa ada yang salah degan kita mah?” ujar seorang anak muslim pada ibunya saat menunjungi sebuah tempat bermain dan mereka tidak diperbolehkan masuk karena hijab yang mereka kenakan, dikutip Newyork Times dalam dilansiran Onislam.net, Jumat (29/5).

Ibu dari anak usia 9 tahun itu, Malek Layoini tidak dapat menjawab pertanyaan anaknya. Ia merasa malu, bagaiman para petugas itu menghalangi jalan mereka saat hendak masuk taman main. Mereka juga terusir dari sana di depan mata para pengunjung taman bermain di pantai Paris itu.

Sekarang Prancis makin menggila, para politisi yang menyerukan supaya larangan terhadap pakaian wajib umat muslim wanita itu diperpanjang. Larangan berlaku pada saat bekerja, saat berada di lembaga pendidikan, bahkan saat berada di depan masyarakat umum.

Debat tentang jilbab ini muncul kembali sejak serangan di Paris yang menewaskan 17 orang dan dua dari mereka adalah muslim. Larangan berjilbab ini ternyata semakin membuat keruh hubungan warga muslim dan non-muslim di Paris. Ditambah lagi sejak serangan dari Charlie Hebdo Januari, lalu.


Sementara itu banyak netizen juga mempertanyakan sikap penyayi asal Indonesia yang kini menjadi warga negara Perancis yaitu Anggun C. Sasmi, seperti kita ketahui anggun menjadi salah satu yang bersuara lantang menentang hukuman mati bagi pengedar narkoba asal perancis yang kemarin lolos dari hukuman mati Kejaksaan RI.
Pada saat itu Anggun beralasan bahwa hukuman mati telah melanggar prinsip – prinsip Hak Asasi Manusia sehingga tidak layak dilaksanakan, namun kini ketika muslimah pernacis dilarang berjilbab yang merupakan juga bagian dari kebebasan beribadah layaknya kebebasan asasi manusia justru Anggun yang disebut sebut oleh publik perancis sebagai pejuang Hak Asasi Manusia hanya diam tak berbicara, Quo Vadis Anggun?? (rol/sp.com)