Pelantikan Pemuda Muhammadiyah Berbah Berubah Jadi Ajang ‘Uji Nyali’


SLEMAN – Sebuah kejadian yang cukup ‘menantang’ terjadi ketika berlangsungnya pelantikan pimpinan cabang Pemuda Muhammadiyah di Berbah Sleman.
Pada hari Minggu tanggal 4 Mei 2015. Aula kelurahan Tegaltirto Berbah menjadi saksi sejarah pelantikan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Berbah periode 2014 – 2018 yang dinahkodai oleh saudara Adi Negara.
Selain rangkaian acara pelantikan juga dilaksanakan  pengajian warga Muhammadiyah se kecamatan Berbah.
Selepas pelantikan oleh ketua pimpinan daerah Pemuda Muhammadiyah kabupaten Sleman usai. Berlanjutlah keacara selanjutnya yakni pengajian umum oleh sesepuh Muhammadiyah Sleman.
Disinilah kejadian ‘uji nyali’ itu bermula.  Begitu tausyiah dimulai dengan raut muka serius KH Sukriyanto  ‘menantang’ pimpinan Pemuda Muhammadiyah untuk maju dan praktek membaca ‘kitab kuning’ yang beliau bawa tiap kali memberi pengajian.
Seketika itu juga kondisi ruangan hening dan sesama jamaah saling pandang termasuk para pimpinan Pemuda Muhammadiyah yang berada di dalam ruangan tersebut.
Namun tak berapa lama kemudian dengan langkah mantap majulah ketua bidang kader Pemuda Muhammadiyah Sleman ke depan.
Dengan tenang mas Nanang begitu biasa dipanggil, ‘meladeni’ permintaan kyai membaca kitab yang bertuliskan arab gundul.
Setelah beberapa lama membaca halaman demi halaman dari ‘kitab kuning’. Akhirnya kyai Syukri mempersilahkan mas Nanang kembali ke tempat duduknya.
Dengan raut bangga lalu kyai sepuh tersebut melanjutkan tausyiahnya. ” Dulu itu KH Dahlan mendirikan Muhammadiyah agar menciptakan kader yang pinter ilmu agama, pinter ilmu lain juga selain itu pinter beladiri..dst”
Dari kejadian diatas bisa menjadi isyarat bagi kader pimpinan Pemuda Muhammadiyah di seluruh nusantara. Bahwa kader Muhammadiyah itu bukan hanya sebagai kader bangsa yang jago tentang masalah politik. Namun juga dituntut berperan sebagai kader umat yang harus memiliki kemampuan mumpuni dalam hal keagamaan.

Kontributor : M. Eko S