Myanmar Tidak Akui Muslim Rohingnya

YANGOON – Menteri Informasi Myanmar, Ye Htut mengatakan, negaranya memahami keprihatinan masyarakat internasional terhadap para imigran Rohingya yang terombang-ambing di lautan lepas. Meski begitu, pihaknya berpendapat persoalan imigran harus diselesaikan bersama mitra regional mereka. 
“Permasalahan ini harus diselesaikan bersama mitra regional kami,” ujar Ye, Selasa (18/5/2015). Myanmar sendiri belum memberikan konfirmasi kehadirannya dalam pertemuan regional yang akan membahas persoalan imigran pada 29 Mei mendatang. 
Seperti diketahui, Myanmar sejak lama tidak mengakui etnis minoritas Rohingya secara resmi.  Etnis tersebut kini diperkirakan berjumlah 1,3 juta orang di Myanmar. Meski begitu, sejumlah kalangan Myanmar menyatakan etnis Rohingnya berhak atas hak asasi manusia. Juru bicara partai oposisi, Aung San Suu Kyi, mengatakan minoritas Muslim Rohingnya harus tetap mendapatkan hak mereka.
Seperti diketahui, Asia Tenggara tengah disorot dunia terkait persoalan imigran.  Itu terjadi setelah 3.000 imigran Rohingnya diselamatkan dari perairan Indonesia, Malaysia dan Thailand dalam sepekan terakhir. Sementara itu, ratusan imigran lain diketahui telah kembali ke laut tanpa adanya bekal logistik yang memadai. Kondisi ini memicu kemarahan internasional akibat kekhawatiran tidak bisa menyelamatkan mereka.
Puluhan ribu Muslim Rohingya yang menjadi warga minoritas sudah sejak lama menghadapi prasangka dan  pembatasan hak di Myanmar Barat. Dalam beberapa tahun terakhir mereka telah melakukan eksodus ke berbagai negara tetangga untuk menghindari kemiskinan. (sp/rol)