Fakta Bahwa Muhammadiyah Adalah Induk Kebudayaan Islam di Indonesia

sangpencerah.id – Menjelang penentuan awal ramadhan diskusi soal hisab rukyat mulai menghangat , beberapa pihak kemudian mulai menyudutkan sikap muhammadiyah yang konsisten dengan metode hisabnya. Sikap seperti itu sejatinya sudah dialamai sejak dulu ketika Ahmad dahlan meluruskan arah kiblat juga banyak ditentang, jadi banyak produk muhammadiyah ketika diawal banyak yang ” membully ”  tapi kemudian banyak mengikuti dan sekarang hampir seluruh umat islam indonesia melakukannya.
Beberapa data dan fakta produk pemikiran dan kebudayaan Muhammadiyah adalah :
  1. Di masa kiai Ahmad dahlan di lakukan kegiatan guru keliling atau guru desa, kalau istilah sekarang di sebut pengajian atau tabligh.
  2. Di mas kiai Ahmad Dahlan mengumpulkan anak – anak yatim untuk disantuni secara layak dan sekarang banyak berdiri panti asuhan anak yatim.
  3. Selain pengajian rutin, di hari besar islam seperti Isra mi’raj, hijrah, puasa ramadhan, bulan haji di selenggarakan juga pengajian dengan skala besar. Di kemudian hari di kenal dengan Tabligh akbar.
  4. Muhammadiyah menggerakkan seluruh pemeluk islam (laki laki dan perempuan) untuk melaksanakan sholad hari raya (idul fitri dan idul adha) ke tempat tempat terbuka (tanah lapang).
  5. Muhammadiyah membentuk panitia zakat fitrah di kemudian hari disebut lembaga amil zakat infaq shodaqoh. Dimasa sekarang kegiatan serupa di lakukan oleh seluruh umat islam.
  6. Muhammadiyah menggerakkan anak anak muslim laki laki dan perempuan untuk memasuki sekolah yang ada. Kini tidak ada anak perempuan yang dilarang sekolah dan tidak ada lagi yang melarang masuk ke sekolah umum yang dulu di haramkan.
  7. Muhammadiyah mengelola perjalanan haji secara modern dengan mendirikan kapal haji yang kini dikelola Departemen agama.
  8. Muhammadiyah mempelopori pendidikan modern yakni menyatukan pengajaran agama dan pengajaran umum dengan ruang kelas yang memakai bangku dan papan tulis.
  9. Muhammadiyah menjadi pelopor kegiatan sosial dari rumah sakit hingga panti asuhan yatim piatu, dari pertanian hingga perekonomian dan perbankan, dari mencarikan jodoh sampai penyiapan jenjang perkawinan, rumah korban perang, rumah orang terlantar, rumah jompo dan pondok pelajar yang kesemuanya itu dikenal dengan penolong kesengsaraan umum (PKO/U) dna kini aktif dalam penanggulangan bencana baik yang terjadi di dalam maupun luar negeri melalui lembaga MDMC.
  10. Pada masa itu Kiai Ahmad dahlan adalah tokoh lintas agama, lintas suku dan lintas budaya. Kala itu kiai Ahmad Dahlan menjadi guru di sekolah umum yang didirikan belanda, menjadi anggota jamiat al khair, menjadi anggota SI (sarekat islam) serta menjadi anggota istimewa perkumpulan BU (budi utomo).
  11. Muhammadiyah adalah pelopor pengelolaan masjid secara modern dengan stuktur kepengurusan yang jelas.
  12. Muhammadiyah menjadi pelopor penyediaan ta’jil di masjid masjid ketika menjelang buka puasa.
  13. Muhammadiyah memperkenalkan secara luas sholat tarawih 11 rakaat.
  14. Muhammadiyah menggerakkan penggunaan bahasa lokal dalam setiap khutbah, baik khutbah jumat ataupun khutbah hari raya.
  15. Muhammadiyah adalah pelopor kegiatan kepanduan di kalangan umat islam yang di sebut kepanduan Hizbul Wathan.
  16. Muhammadiyah adalah pelopor penggunaaan metode hisab dengan pendekatan hisab hakiki wujudul hilal dalam penentuan kalender islam yang diyakini lebih memeri kepastian terhadap pelaksaaan hari raya ummat islam.
  17. Muhammadiyah adalah ormas islam pertama yang mempelopori Jihad Konstitusi melalui judicial review terhadap Undang – Undang yang banyak merugikan rakyat dan sudah terbukti beberapa kali Muhammadiyah menangkan gugatan di Mahkamah Konstitusi.
Pada masa itu apa yang di lakukan Kiai Ahmad Dahlan melalui muhammadiyah adalah sesuatu yang luar biasa karena sebelumnya masyarakat atau umat islam indonesia belum melakukan kegiatan serupa. Kini kegiatan Muhammadiyah tersebut sudah menjadi aktifitas rutin sebagian besar umat islam di Indonesia.

Dari data di atas dapat di katakan bahwa secara kultural pemeluk islam di Indonesia adalah pengikut muhammadiyah walaupun secara formal sebagai anggota Nahdlatul ulama atau organisasi lain. (widodo/red/sangpencerah)