8 Perguruan Tinggi Muhammadiyah Diskusi di UTM Malaysia

Dalam rangka kegiatan University Presidents Forum (UPF 2015) yang dilaksanakan di Universiti Teknologi Malaysia (UTM), secara khusus perwakilan dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia yang diundang sebanyak 8 PTM melakukan kunjungan ke Ibnu Sina Institut UTM untuk diskusi tentang pengembangan pendidikan tinggi.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Naib Chancelor UTM Prof. Dato’ Ir. Dr. Wahid Omar dan juga beberapa Dekan dan pejabat dalam lingkup UTM. Sementara dari PTM dihadiri oleh seluruh Rektor antara lain Rektor Unismuh Makassar, Dr. Irwan Akib, M.Pd., Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta, Prof. Dr. Bambang Setiaji, Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Prof.Dr. Bambang Cipto, dan 5 Rektor lainnya.
Selain itu juga dari pihak Muhammadiyah hadir pula ketua Majlis Pendidikan Tinggi Muhammadiyah Dr Khairil Anwar dan Prof. Dr. Noor Rahman, SU. Dalam diskusi tersebut pihak UTM memberikan gambaran bagaimana pengembangan UTM itu sendiri hingga menjadi Research University.
Diskusi yang berlangsung secara hangat memberikan hasil yang luar biasa terhadap pimpinan PTM untuk bisa lebih mengembangkan perguruan tinggi yang dipimpinnya. Salah satu hal yang didiskusikan adalah bagaimana agar dosen-dosen ataupun mahasiswa dalam lingkup PTM bisa melakukan praktek di UTM dan menggunakan laboratorium yang ada di UTM berdasarkan Fakultas masing-masing.
Setelah diskusi dilanjutkan dengan sesi photo bersama para Rektor PTM dan Naib Chancelor dan pejabat UTM yang hadir. Acara kemudian dilanjutkan dengan melakukan kunjungan ke fakultas perkapalan UTM untuk melihat langsung laboratorium dan fasilitas yang dimiliki oleh UTM.
Rangkaian acara UPF 2015 ini akan berlanjut sampai pada tanggal 14 Mei 2015. Untuk kegiatan tanggal 13 Mei 2015, seluruh Rektor PTM yang telah diundang secara khusus dan beberapa rektor Perguruan tinggi dari berbagai negara. Selain itu acara tanggal 13 Mei juga akan diadakan penandatanganan MoU antara UTM dengan perguruan tinggi yang menjadi mitra termasuk Universitas Muhammadiyah Makassar. (sp/tribun)