5 Kriteria yang Harus Dimiliki Pengelola Masjid

oleh: Sulthon Arif Rakhman
Ketua Umum PK IMM IPB

Masjid menurut bahasa adalah tempat sujud berdasarkan kata dasar dalam bahasa arab sajada-yasjudu-sujjadan yang berarti sujud. Sebagaimana telah kita ketahui bersama sebagai orang muslim, bahwa masjid merupakan bangunan pertama yang diperintahkan rasulullah Muhammad SAW untuk didirikan ketika sampai di madinah pada waktu hijrah, yakni masjid Quba. Mengapa Rasulullah SAW memerintahkan muntuk mendirikan masjid? Mengapa bukan rumah atau pasar? Karena Rasulullah tahu bahwa masjid adalah tempat yang dapat menyatukan orang islam yang terdiri dari banyak kalangan. Masjid Quba menjadi melting point yang mencairkan suasana dalam masyarakat islam yang pada waktu itu berasal dari golongan muhajir sebagai pendatang dan golongan ansor sebagai tuan rumah. Masjid menyatukan hati dan tujuan umat islam kepada sang pencipta, Allah SWT. Tak hanya sebagai melting point, masjid juga menjadi pusat pembelajaran dan pendidikan pada masa itu. Rasulullah SAW mendidik dan mengkader para sahabatnya untuk menjadi pemimpin-pemimpin islam sepeninggal beliau. Bahkan untuk mempermudah proses pendidikan dan pengkaderan di dalam masjid Quba terdapat sebuah kamar kecil yang bernama As-Suffah untuk menginap. Itu adalah fungsi masjid yang sebenarnya. Akan tetapi, mari kita kita lihat sekarang, apakah masjid sudah menjadi tempat seperti diatas? Sudahkan masjid menjadi pusat kegiatan belajar?
Saat ini, kita lihat bahwa masjid hanya dijadikan sebagai tempat peristirahatan sementara dalam perjalanan. Masjid menjadi tempat yang terpencil dalam banyak tempat seperti di hotel, pusat perbelanjaan dan berbagai tempat lainnya. Padahal, masjid seharusnya menjadi tempat yang paling megah diantara bangunan yang lain. Masjid harus menjadi pusat pendidikan, pengkaderan dan dakwah islam yang nyaman. Lalu, siapakah yang harus bertanggung jawab untuk mengelola masjid agar menjadi tempat yang megah dan nyaman? Jawabannya tentu saja kita semua yang sebagai umat islam.
Merujuk surat At-Taubah ayat 17-18, ada dua lembaga yang harus ada untuk memakmurkan masjid. Pertama, imarah (takmir) yakni orang yang memakmurkan masjid. Pengurus masjid tidak boleh berasal dari kalangan non-muslim, apalagi pendirinya karena hal ini sudah menjadi larangan Allah yang pasti memiliki konsekuensi apabila dilanggar. Imarah bertanggung jawab untuk melengkapi fisik bangunan dan fasilitas masjid sehingga masjid menjadi tempat yang paling nyaman dan paling megah diantara bangunan yang lain. Kedua, idarah yakni orang yang membantu imarah dalam memakmurkan masjid dengan mengadakan aktivitas dakwah didalam masjid. Idarah harus mengelola masjid secara profesional, salah satunya adalah dalam penentuan imam masjid. Sudah banyak kita menemui masjid yang belum memilki imam dengan kualitas bacaan dan ilmu yang memadai. Bukan sebuah permasalahan mencari imam dengan kriteria seperti itu, yang menjadi permasalahan adalah perlakuan kepada imam yang masih kurang. Imam masjid harus diberikan haknya yang sesuai dan dipenuhi segala kebutuhannya. Selanjutnya, selain pengangkatan imam masjid, idarah juga bertanggung jawab dalam pengaturan jadwal khotib. Idarah harus mencari khotib yang memliki akhlaq yang bagus dan ilmu yang memadai karena mimbar khutbah bukanlah tempat pelatihan berbicara. Kemudian, idarah juga bertanggung jawab atas keuangan masjid. Laporan keuangan, mulai dari uang yang diperoleh dan yang digunakan harus senantiasa dilaporkan secara jelas dan transparan kepada para jamaah sebagai bentuk pertanggunggjawaban.
Oleh karena itu, dibutuhkan orang-orang yang memiliki kriteria tertentu untuk mewujudkan masjid menjadi tempat terbaik dari segala tempat yang ada. Setidaknya ada 5 kriteria yang harus dimiliki setiap orang untuk menjadi pengelola masjid : 1) beriman kepada Allah, 2) beriman kepada hari akhir, 3) mendirikan sholat, 4) membayar zakat, 5) memiliki keberanian untuk menegakkan keadilan. Orang-orang dengan kriteria tersebut diharapkan akan mampu mengelola dan mengubah masjid menjadi tempat yang megah dan ramai dengan aktivitas pendidikan dan dakwah islam. Masjid seperti itulah yang akan membuat hati-hati terpaut untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah.

Ket : *merupakan rangkuman kajian ahad pagi PDM Kota Bogor pada 02 Mei 2015