UMSU Gelar Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah


MEDAN – Sesuai keputusan rapat SC Muktamar, ditetapkan pada Selasa 28 April 2015, Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah ke-47 dilaksanakan di kampus Unversitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).
“Sebagaimana sesuai keputusan rapat SC Muktamar tanggal 23 Maret 2015, tentang perubahan jadwal penyelenggaraan seminar pra muktamar yang dilaksanakan di kampus UMSU pada, Selasa 28 April 2015,” ungkap Rektor UMSU Dr Agussani MAP didampingi Wakil Rektor I Dr Muhyarsyah MSi AK, dan Wakil Rektor III Dr Arifin Gultom SH MH, Sabtu (25/4) di kampus UMSU Jalan Muktar Basri, Medan.
Menurut Agussani, tema seminar pra muktamar muhammadiyah ke 47 tersebut mengangkat tema “Transformasi Idiologi dan Reformasi Organisasi Muhammadiyah Memasuki Abad Kedua” yang akan dijabarkan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H M Din Syamsuddin MA.
Pada kesempatan itu turut hadir dan menjadi narasumber yakni, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr H Yunahar Ilyas Lc MAg, Dr H Haedar Nashir MSi, Dr H Agung Danarto MAg (Sekertaris Umum), Prof Dr H Asyumi MA, Prof Dr Sofian Effendy, Prof Dr Muhadjir Effendy MAP dan Dr Phil A Norma Permata MA.
Dikatakan Agussani, seminar pra muktamar muhammadiyah ke 47 ini dilaksanakan pertama di Universitas Muhammadiyah Malang pada 31 Maret 2015 lalu. “Untuk di UMSU sendiri, pelaksanaan seminar dengan mengangkat tema “Transformasi Idiologi dan Reformasi Organisasi Muhammadiyah Memasuki Abad Kedua”, merupakan seminar kelima dari 18 pelaksanaan seminar yang digelar di Perguruan Tinggi (PT) Muhammadiyah/Aisyiyah,” jelas Agussani.
Latar belakang tema seminar pra muktamar muhammadiyah ke 47 itu, disebutkan Agussani, muhammadiyah menjelang muktamar ke 47 berada dalam pusaran dinamika kehidupan bangsa dan dunia global yang sarat masalah, tantangan, dan tarik menarik yang kompleks di seluruh bidang kehidupan. “Muhammadiyah tentu akan banyak mengalami situasi baru yang tidak sama dan jauh lebih kompleks ketimbang masa sebelumnya,” sebutnya.
Idiologi gerakan muhammadiyah ini merupakan tali pengikat gerakan yang diwujudkan dalam sistem organisasi, jema’ah, kepemimpinan, dan gerakan amal usaha untuk menjadikan islam sebagai rahmatan lil’alamin di muka bumi ini.
Sebagai sebuah teori dan strategi perjuangan ideologi muhammadiyah memerlukan transformasi baru dalam aktualitasi gerakannya diberbagai bidang kehidupan. Disinilah pentingnya aktualisasi ideologi modernisme reformisme islam muhammadiyah ditransformasikan secara sistemik memasuki abad baru yang penuh tantangan tersebut.
Tujuan seminar itu, tambah Agussani, untuk menguatkan relevansi ideologi muhammadiyah di tengah realitas perkembangan masyarakat dan tuntutan perwujudan islam dalam realitas kehidupan. Kemudian, katanya, mempertajam basis ideologi muhammadiyah sebagai gerakan pembaharuan islam. “Tujuan lainnya untuk menemukan formula konteks organisasi muhammadiyah memasuki abad kedua,” ujarnya.
Akan hadir dalam seminar itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut, utusan dari pimpinan daerah muhammadiyah se Sumut, pimpinan ortom tingkat wilayah Sumut, pimpinan amal usaha se Sumut, pimpinan dan dosen di lingkungan UMSU, utusan ormas islam di Sumut dan lain sebagainya. (sp/beritasore)