Rohana Kudus, Muslimah yang Layak Menjadi Pahlawan Nasional

JAKARTA – Kaum muslimah di Indonesia sejatinya banyak yang layak dijadikan teladan dan laik menjadi pahlawan nasional seperti RA Kartini.
Sejarawan Islam Tiar Anwar Bachtiar menyebutkan, salah satu tokoh muslimah dari Padang, Sumatera Barat yang hebat perjuangannya adalah Rohana Kudus.
Ia merupakan jurnalis perempuan pertama yang berani melawan Belanda sehingga Belanda enggan mendukungnya untuk diakui sebagai pahlawan.
Fokus perjuangan Rohana, diakuinya, berbeda dengan Kartini yang sarat dengan persamaan hak kaum Hawa. Padahal, ujar Tiar, di dalam Alquran dan hadist sudah dijelaskan secara gamblang bagaimana posisi perempuan.
“Secara hakiki perempuan dan laki-laki itu sejajar, derajatnya tidak berbeda,” ujarnya, Selasa (21/4).
Namun, karena jenis kelamin dan karakter yang berbeda, maka Islam membedakan peran perempuan dan laki-laki sesuai fungsinya.

“Untuk hal-hal  fitrah seperti  ibadah, haji, umroh, shalat, zakat, pendidikan, setiap muslim dan muslimah itu sama haknya.”
Bahkan, terang Tiar, Islam mendorong laki-laki dan perempuan untuk mempunyai ilmu yang mumpuni. Ini  tercermin pada para sahabat, dan sahabat perempuan di sekitar Rasul.
Rohana Kudus sendiri pernah menyebutkan, perputaran zaman tidak akan pernah membuat wanita menyamai laki-laki. Wanita tetaplah wanita dengan segala kemampuan dan kewajibannya. 
Menurut Rohana yang harus berubah adalah wanita harus mendapat pendidikan dan perlakukan yang lebih baik.

Wanita harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah. Ini hanya bisa dipenuhi jika wanita mempunyai ilmu pengetahuan. (sp/rol)