Muhammadiyah Surabaya Ikut Jadi Korban Penipuan Biro Umroh


SURABAYA – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya melakukan klarifikasi terkait kasus pemberangkatan jamaah gagal berangkat umroh yang mencatut nama PDM. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Muhammadiyah, juga merasa jadi korban dari pihak perusahaan yang melakukan kerjasama dengannya.
“Travel PT Hikmah Sakti Perdana memang bekerjasama dengan pihak kami, tapi ternyata tidak memberangkatkan jamaah umroh. Kami merasa dirugikan dan jadi korban juga,” kata Zayin Chudlori Ketua PDM Surabaya, saat menghubungi suarasurabaya.net, Senin (6/4/2015).
Zayin sendiri mangaku, dirinya menanyakan langsung pada pihak PT Hikmah Saksi Perdana, kenapa tidak memberangkatkan jamaah umroh. 
“Alasannya itu ada persoalan manajemen. Dan saya sendiri tidak mempertanyakan lebih dalam, karena itu persoalan perusahaan masing-masing,” ujar dia.
Bahkan waktu itu, Zayin sudah menekan pada biro jasa travel agar mengembalikan uang milik jamaah umroh yang sudah lunas. Sebab, itu menyangkut nama baik Muhammadiyah. Namun, pihak travel tidak mengindahkan, dan akhirnya ada yang melaporkan penipuan. 
Secara terpisah Abdul Malik kuasa hukum korban penipuan pemberangkatan umroh mengatakan, rata-rata yang menjadi korban adalah warga Muhammadiyah sendiri. Pertama, korban yang melaporkan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim ada empat orang, pada Kamis tanggal 2 April, kemudian laporan kedua, 6 orang korban melapor pada Minggu 5 April. 
Yang dilaporkan adalah Afwan Kainus selaku Direktur Utama PT Hikmah Sakti Perdana dan Vidia Alivi selaku koordinator perwakilan PT Hikmah Sakti Perdana di Surabaya, berkantor Jalan Setro Baru. 
“Korban rata-rata sudah melakukan pembayaran Rp 17 juta hingga Rp 18 juta, tapi tidak diberangkatkan umroh,” ujar dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, PT Hikmah Sakti Perdana dilaporkan ke Polisi karena melakukan penipuan perjalanan umroh, yang tidak memberangkatkan jamaah. Korban sendiri sudah melakukan pembayaran secara bertahap dengan menggunakan mata uang asing pertama 200 dollar, kemudian 900 dollar dan yang terakhir 400 dollar. (sp/suarasurabaya.net)