Majelis Pembela Tanah Suci Demo di Kedutaan Iran


JAKARTA – Aksi unjuk rasa menentang pemberontakan Syiah Houti terhadap Yaman digelar di depan Kedutaan Besar Iran, Menteng, Jakarta, Selasa (14/4/2015). Masyarakat muslim yang tergabung dalam Majelis Pembela Tanah Suci menyuarakan untuk mengakhiri peperangan yang terjadi.
“Saat ini kita prihatin terhadap upaya adanya peperangan yang terjadi di negeri timur tengah, khususnya peperangan di Yaman,” ungkap Kurniawan, kordinator kegiatan selepas aksi. Lebih dari itu, menurutnya kekacauan yang terjadi di Yaman saat ini disebabkan karena dukungan Iran. Mereka menilai, ada campur tangan Iran dalam hal suplai senjata bagi Houti
“Ini dipicu karena adanya pemberontakan yang disupport salah satunya pengiriman senjata oleh Iran, dan kami menyampaikan pesan bahwa segala hal yang berkaitan dengan peperangan segera dihentikan,” ucapnya.
Sedikitnya ada lima tuntutan yang disampaikan kepada kedubes Iran. Pertama, akhiri peperangan. Kedua, hentikan dukungan senjata. Ketiga, hentikan radikalisme agama. Keempat, stop internasionalisasi syiah di dunia Islam. Kelima, putuskan ekspor radikalisme di dunia Islam.
Selain itu aksi ini juga dimaksudkan untuk mengingatkan umat muslim akan bahaya syiah, “kemudian ada lagi, Syiah Houti pelajaran pahit bagi islam,” terangnya.
Aksi ini memasuki puncaknya saat perwakilan masa menyerahkan poster pernyataan untuk menghentikan radikalisme yang terjadi.
“Dan tadi sudah diterima pihak kedutaan dan kita sudah memberikan poster pernyataan, ‘Stop ekspor radikalisme di dunia Islam’ dengan pesan poster itu mudah-mudahan menjadi pengingat bahwa masih banyak kaum muslimin yang peduli dengan saudara-saudaranya di sana,” tuturnya. [sp/Islampos]