Kepala BNPT : Saya Merasa Terdzalimi Banyak Ummat Islam Menyalahkan BNPT

Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Saud Usman Nasution tengah menjadi sorotan pasca memblokir 19 situs yang dinilai bermuatan konten radikal. Dia pun buka suara perihal curahan hatinya.
“Saya dalam seminggu ini merasa terzalimi, banyak orang termasuk pejabat dan umat Islam yang menyalahkan BNPT. Saya doakan banyak dosa saya terangkat,” ujar Saud.
Hal ini diungkapkannya dalam diskusi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta bertajuk ‘Kontroversi Penutupan Situs Radikal: Sensor Internet, Politis atau Perlindungan Publik?’ di kantornya, Jl Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Minggu (5/4/2015). Hadir pula dalam acara ini antara lain Ketua Komisi Hukum Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, pengamat Cyber Law dan Pendiri Indonesia Online Advocacy Margiono dan Pemimpin Redaksi Grup Hidayatullah.com Mahladi.
Saud paham banyak masyarakat di luar sana yang bertanya-tanya mengapa pihaknya baru mengajukan pembekuan situs-situs tersebut tidak dari dulu. Dia beralasan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informasi belum memiliki peraturan yang jelas.
“Kenapa baru sekarang diblokir? Karena selama ini aturan kita tidak jelas. Apakah kita mau lihat kayak gini. Jangan dikatakan kita nutup situs Islam,” terangnya.
“Banyak situs-situs radikal di Indonesia tapi seperti tak ada upaya, hanya cenderung menyalahkan. Orang yang ngerti agama diharapkan menyelesaikan masalah itu. Biar dengan kondisi ini semua orang lihat ke situs itu biar kita belajar semua. Pemerintah saja tidak mampu menyelesaikan itu. Kita ini hanya mau mengoreksi,” tegas Saud.
Dia mengatakan tanggungjawab untuk menjelaskan alasan pemblokiran sejumlah situs bukan berada pada tangan BNPT, tetapi Dirjen Aplikasi Kominfo. Pihaknya hanya memberi masukan dan saran terhadap regulator yang ada di negeri ini.