Inilah Alasan Mendag Larang Minimarket Jual Miras

JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengungkapkan, harga minuman keras (miras) alias bir yang dijual terlalu murah di Indonesia menjadi alasan utama, larangan penjualan miras di minimarket. 
Pasalnya, harga yang terlalu murah tersebut menyebabkan anak-anak dapat dengan mudah memperoleh miras. ‎Larangan tersebut tercantum dalam Permendag No 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang perubahan kedua atas Permendag No 20/M-DAG/4/2014 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran dan penjualan minuman beralkohol.
“Kita perlu menjaga generasi muda. Dalam era globalisasi kuncinya dari sumber daya manusia (SDM) itu di generasi muda. Kita lihat peta generasi muda di Indonesia seperti apa. Salah satu penyebabnya, karena minuman beralkohol sangat murah sehingga bisa dibeli anak-anak,” tuturnya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (16/4/2015).
Menurutnya, harga miras di Malaysia dan Singapura justru lebih mahal dibanding Indonesia. Peredaran miras di kedua negara tersebut jauh lebih ketat, padahal jika dikaitkan dengan jumlah wisatawan, Indonesia masih kalah dibanding negara tetangga tersebut. (Baca juga: Konsumen Sesalkan Larangan Jual Miras di Minimarket).
Sekadar informasi, harga miras di Singapura mencapai USD7,28 atau sekitar Rp94.523. Sementara di Malaysia harganya mencapai USD5,92 atau sekitar Rp‎70.373. Sedangkan di Indonesia, harganya hanya berkisar antara Rp33.000 hingga Rp37.000 untuk ukuran 330 mililiter (ml).
“‎Kita larang penjualan di minimarket dan pengecer. Kita lihat masalah sosial yang ada sekarang apa saja, belum lagi dari segi kalau membangun daya saing kita, kalau daya tahan tubuh tidak kuat dia akan sulit untuk jadi petarung yang hebat,” tandas Rachmat.‎ (sp/sindo)