Festival Banjarnegara Bangkit, Dari Muhammadiyah Untuk Warga Jemblung


BANJARNEGARA –  Lazismu Banjarnegara bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) salah satu sayap organisasi Muhammadiyah yang bergerak di bidang penanganan bencana, Minggu (12/05/2015) menggelar Festival Banjarnegara Bangkit. 
Acara yang dipusatkan di alun-alun kota Banjarnegara mulai pukul 06.00 WIB ini dimaksudkan sebagai media temu bagi warga korban longsor dusun Jemblung, desa Sampang, Kecamatan Karangkobar dengan masyarakat untuk mempromosikan produk dampingan LazizMu Banjarnegara. Demikian disampaikan oleh Riza, koordinator kegiatan Festival Banjarnegara Bangkit.
“Acara ini akan dimeriahkan dengan stand pameran hasil produk pendampingan pemberdayaan korban seperti keterampilan las, pembuatan tepung mocaf, dan diakhiri dengan tabligh akbar” kata Riza.
Selain keterampilan las bagi para pemuda dan pembuatan tepung tapioka bagi kaum perempuan, bagi para bapak-bapak diberikan juga pelatihan keterampilan ternak. Sebelumnya   korban bencana telah diajak ke Bogor untuk mengikuti pelatihan ternak.
“Pihak kami tidak saja memberikan pelatihan ternak, namun setelah relokasi rampung, bantuan ternak akan diberikan pada  korban bencana. Ternak kambing ini ke depannya dapat digunakan sebagai mata pencaharian tambahan bagi mereka selain berladang dan menanam padi” katanya.
Kegiatan lain yang akan diperkenalkan di acara ini adalah launching sekolah inspirasi pedalaman. Sekolah insiprasi ini,  digagas Mendiknas Anis Baswedan. 
“Setelah sekian lama melakukan kegiatan di Banjarnegara, kami melihat masih ada sejumlah wilayah yang sekolahnya sangat minim perhatian. Karena itu  kami akan memberikan support motivasi pada saudara-saudara kami yang ada di pelosok tersebut.” ungkapnya
Display kegiatan lain yaitu panen raya Gurami bantuan Dijen Perikanan di Gumiwang, parade marching band dari Batur, Pentas seni anak-anak Jemblung,  parade seni kentongan jemblung, Ekspo produk warga jemblung, penyematan tim siaga bencana, launching koperasi jemblung bersinar, dan penampilan seni forum difabel Banjarnegara.
“Pesan yang ingin kami sampaikan pada masyarakat ; lihatlah saudara-saudara kita dari Jemblung kini telah bangkit lagi. Maka temanya Jemblung bersinar. Karena itu mari berduyun-duyun ke alun-alun. Jadilah saksi saudara-saudara kita dari Jemblung kembali mandiri” katanya.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiya (PDM) Kamali menyambut baik inisiatif yang digagas generasi muda Muhammadiyah. Kepedulian mereka terhadap korban bencana, lanjutnya, memberi rasa nyaman bagi para orang tua bahwa rasa empati itu masih ada di generasi teknologi sekarang ini.
Selain di Jemblung,PDM juga terlibat penanganan bencana di Pencil, Wanayasa, Duren, dan Slimpet, desa Tlaga. 
Pada tahun sebelumnya, lanjutnya, Muhammadiyah terlibat dalam penanganan bencana longsor dukuh Gunungraja desa Sijeruk, Banjarmangu pada tahun 2006. Selain saat kejadian, dan pasca kejadian, lanjutnya, bantuan bea siswa diberikan terus berkelanjutan hingga siswa lulus sekolah seperti dimaui.
“Bantuan bea siswa pendidikan Muhammadiyah bagi siswa korban bencana longsor Gunungraja, Sijeruk, baru dua tahun lalu diselesaikan untuk dua siswa terakhir. Setiap tahun bea siswa kami berikan sesuai yang direncanakan. Hal ini sebagai bentuk pertanggunjawaban kami pada para korban dan juga para donatur” katanya  (sp/rri)