Fahira Idris : Ahok Jangan Asbun Soal Bir


JAKARTA – Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama atau Ahok yang ngotot tetap mempertahankan saham pemerintah DKI Jakarta di PT Delta Djakarta karena menganggap tidak ada salah dan bahayanya masyarakat mengonsumsi bir mendapat kecaman keras dari Ketua Gerakan Nasional Anti Miras (GeNAM) Fahira Idris.
“Salahnya bir banyak, bahkan sangat banyak. Kalau punya mulut dijaga, jangan asal bunyi (asbun). Gubernur kok ngomongnya ngasal. Apa dasar dia bilang mengosumsi bir tidak masalah. Tunjukkan sama saya kalau ada penelitian yang bilang bir tidak berbahaya,” papar Fahira dalam siaran pers yang diterima Radio Elnury 918 AM, Selasa (7/4/2015).
Fahira mengatakan, anggapan bahwa bir jika dikonsumsi dalam dosis wajar akan dapat bermanfaat bagi kesehatan adalah mitos belaka. Faktanya, lanjut Fahira, bir sama berbahayanya dengan anggur (wine) atau vodka, karena mengandung banyak komposit berbahaya yang diproses dari hasil fermentasi.
Komposit yang beracun (biasanya fermentasi limbah) ini, jelas Fahira,  meliputi aldehida, minyak Fusel, metanol, eter dan sebagainya. Aldehid, lanjut Fahira, adalah bahan kimia yang diproduksi oleh mikroorganisme yang jika dikonsumsi mengganggu sistem tubuh seseorang.
“Itulah zat-zat yang dibilang Ahok tidak berbahaya. Silahkan nilai sendiri. Yang paling bahaya dari bir adalah efek ketergantungan yang membuat kecanduan. Orang yang sudah kecanduan pasti mengalami gangguan psikologis yang berat sampai anosognosia atau membuat orang lepas kontrol. Apa yang saya sampaikan ini ilmiah dan hasil penelitian, bukan asal ngomong seperti Gubernur Jakarta yang pemberani itu,” tegasnya.
Ahok, kata Fahira, sebaiknya lebih banyak membaca buku agar referensinya tentang miras lebih lengkap dan ilmiah bukan berdasarkan mitos atau pengalaman pribadi. Memang tidak ada orang yang langsung mati sehabis minum  bir, tetapi dalam jangka panjang bir bukan hanya merusak tubuh tetapi juga otak dan akhirnya mati. (sp/radioelnury)