Dua Minimarket di Bantul Ngeyel Jual Miras

BANTUL – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bantul memberikan peringatan keras pada dua minimarket di Kecamatan Kasihan agar tidak lagi menjual minuman keras (miras). Selain Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan tehadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol sudah berlaku, dua minimarket milik perseorangan itu juga tergolong “ngeyel”.
Kepala Satpol PP Bantul, Hermawan Setiaji mengungkapkan, belum lama ini pihaknya mengajukan satu dari dua mininarket tersebut untuk disidangkan ke Pengadilan Negeri (PN) Bantul. Dalam sidang tersebut, PN menjatuhkan denda sebesar Rp 5 juta meskipun barang buktinya hanya beberapa botol miras.
“Yang kemarin disidangkan berada di sebelah selatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Di dekat kampus tapi malah miras dipajang secara terang-terangan,” papar Hermawan, Kamis (16/4/2015).
Menurut Hermawan, minimarket tersebut diberi denda cukup besar karena pemiliknya beberapa kali mangkir dari panggilan PN. Terakhir, si pemilik mau datang bersamaan dengan penjual miras dari Dusun Ngasem, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon yang juga pernah disidangkan beberapa kali atas kasus yang sama.
Selain yang berada di dekat UMY, Satpol PP juga menemukan miras di sebuah minimarket yang juga di kawasan Kasihan. Minimarket ini berdekatan dengan sebuah sekolah. Saat ini, keduanya sudah diberi peringatan keras oleh Satpol PP agar tidak menjual miras.
Ditambahkan, menegakkan peraturan baru tentang larangan penjualan minuman beralkohol golongan A (kandungan alkohol di bawah 5 persen) lebih sulit dilakukan pada toko maupun minimarket milik perorangan dibanding minimarket berjejaring. Menurut Hermawan, minimarket berjejaring yang dikelola secara profesional biasanya lebih tertib pada aturan yang berlaku. “Tidak tahu kenapa kok malah kalau perseorangan sering kali ngeyel,” tambahnya. (sp/tribbun)