DPP IMM Serukan Mahasiswa Tagih Janji Jokowi

Jakarta – Pemerintahan Jokowi-JK memang merupakan pemerintahan yang merakyat. Namun merakyat di sini dalam konotasi menyengsarakan rakyat. Begitu kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) Taufan Putra Revolusi (Sabtu, 11/4). Untuk itu ia menyerukan kepada para mahasiswa untuk kembali turun ke jalan menyuarakan aspirasi rakyat.

“Mahasiswa harus kembali ke jalan. Tuntut presiden memperhatikan wong cilik yang makin terhimpit akibat semua harga naik, rupiah melemah, dan subsidi dicabut. Kami (IMM) menyerukan kepada seluruh mahasiswa Indonesia darimana pun latar belakangnya, untuk sama-sama berjuang. Tidak ada pilihan lain selain turun ke jalan, dan meminta pertangungjawaban presiden,” tegasnya.
Pemerintah, masih lanjut Taufan, harus bertanggung jawab atas beberapa kebijakan yang menyengsarakan rakyat. Seperti menyerahkan harga BBM pada pasar, kemerosotan nilai tukar rupiah yang tak kunjung tertanggulangi.
“Termasuk kebijakan memperpanjang izin ekspor PT. Newmont Nusa Tenggara dan PT Freeport. Serta mengecam keteledoran Jokowi yang kecolongan menandatangani Perpres Nomor 39 Tahun 2015 tentang tunjangan DP mobil pejabat,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, DPP IMM akan menggelar mimbar bebas di depan Gedung Dakwah Muhammadiyah pada Senin (14/4). Acara ini akan dihadiri pimpinan daerah dan cabang IMM terdekat serta beberapa perwakilan BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Sementara pada hari Jumat (17/4) akan digelar Salat Jumat Perlawanan di depan Istana Merdeka Jakarta. 

“Semua itu untuk menagih Janji Jokowi melaksanakan agenda Trisakti yang nyata berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Bukan hanya korporat. Dan jika tak diindahkan, maka IMM akan mengepung istana dan menuntut Jokowi-JK mundur,” tandasnya. [ian/rmol/sp]