Badrodin Haiti, Putra Kyai Muhammadiyah Resmi Jadi KAPOLRI


JAKARTA – Sesudah Presiden Jokowi melantiknya di Istana Negara, Kapolri Badrodin Haiti akan disorot tentang bagaimana ia menangani KPK dan mantan calon Kapolri Budi Gunawan yang disorong-sorong menjadi wakil Kapolri.
Pelantikan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (17/4/2015) pagi, yang dihadiri sejumlah menteri, para petinggi TNI, pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), para anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), dan para perwira tinggi polisi.
Namun Komisaris Jenderal Budi Gunawan, mantan calon Kapolri yang dibatalkan pelantikannya terkait kontroversi rekening gendut dan penetapakn tersangka oleh KPK, tidak hadir.
“Bahwa saya, tidak akan menerima hadiah atau suatu pemberian berupa apa saja dari siapa pun juga yang saya tahu atau patut dapat mengira bahwa dia mempunyai hal yang bersangkutan atau mungkin bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan saya,” sebut Badrodin Haiti dalam pengambilan sumpah sebagai Kapolri.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengajukan Budi Gunawan sebagai calon Kapolri kepada DPR, pada 10 Januari 2015. Namun berselang tiga hari, Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka kasus korupsi.
Budi Gunawan didukung oleh semua fraksi DPR, dan KPK mendapat pukulan balik dengan ditangkapnya Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dan dipidanakannya Ketua KPK Abraham Samad.
Beliau ini juga putra dari Kyai Muhammadiyah asal Jember, KH.Ahmad Haiti. Badrodin Haiti juga tercatat pernah mengenyam pendidikan di SMA Muhammadiyah. Komisaris Jenderal Badrodin Haiti, lahir di Jember, 24 Juli 1958, adalah lulusan Akademi Kepolisian tahun 1982. Sebelum menjabat Wakapolri dan sekarang Kapolri, Badrodin Haiti pernah menjabat sebagai Kapolda Banten (2004-2005), Kapolda Sulawesi Tengah (2006-2008), Kapolda Sumatera Utara (2009-2010), Kapolda Jawa Timur (2010-2011), dan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (2013-2014). (sp/rol)