Zulkifli Hasan Diyakini Bisa Perbaiki Hubungan PAN dengan Muhammadiyah

Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Anwar Abbas mengatakan, ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) terpilih Zulkifli Hasan harus mampu memperbaiki hubungan antara PAN dan Muhammadiyah. Menurut dia, PAN akan menjadi besar jika relasi antara PAN dan muhammadiyah bisa ditingkatkan dan diperbaiki.


“Sosok Zulhas (Zulkifli Hasan) diharapkan akan bisa melakukan itu. Karena dia sudah kenal baik watak dan budaya Muhammadiyah. Pengalamannya di dalam organisasi Muhammadiyah sebagai pengurus tentu akan sangat membantu,” ujar Anwar, Senin (2/1).


Selain memperbaiki hubungan PAN dan Muhammadiyah, Zulkifli juga harus mampu mengambil hati elemen umat yang lain. Untuk itu dalam penyusunan kepengurusannya, representasi elemen-elemen tersebut harus ditampakkan dan diwujudkan. Di mana, lanjut dia, representasi Muhammadiyah harus benar-benar terlihat agar ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tersebut mendapat dukungan yang kuat dari Muhammadiyah.

Selain itu Muhammadiyah bersyukur pelaksanaan Kongres Nasional ke-IV Partai Amanat Nasional (PAN) berjalan dengan baik. Tidak seperti beberapa Parpol lainnya, pemilihan Ketua Umum PAN tidak berakhir dengan perpecahan di internal partai.


Bendahara Umum Muhammadiyah Buya Anwar Abbas menilai, kesolidan partai berlambang matahari terbit itu dicerminkan antara lain dari sikap legoww Hatta Rajasa sebagai petahana terhadap Ketua Umum terpilih, Zulkifli Hasan.


“Alhamdulillah, pascapemilihan ketua umum, PAN tidak pecah. Tidak bisa terbayangkan, apalah yang akan terjadi kalau Hatta tak mau menerima kekalahannya. Tentu kapal PAN akan dihantam badai besar,” katanya, Senin (2/3)


Dengan selisih enam suara, lanjut Buya Anwar, maka Zulkifli Hasan seyogianya menyadari dinamika PAN. Dalam arti, tidak memakai falsafah menyingkirkan para pendukung saingannya dalam kontestasi pemilihan ketua umum pada Ahad (1/3) kemarin.


Sehingga partai yang turut didirikan tokoh Muhammadiyah, Amien Rais, ini tetap jauh dari benih keretakan.


“Sehingga mereka (pendukung Hatta) tidak merasa disingkirkan dan tetap bisa berbuat maksimal tulus bagi partai, rakyat, dam umat,” ujarnya. (rol/sp)