SMK Muhammadiyah Ranking Kelima Kota Pekalongan

PEKALONGAN – Perolehan medali SMK Muhammadiyah pada even Popda lalu mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun sebelumnya. Sehingga SMK tersebut menempati ranking kelima tingkat Kota Pekalongan untuk SMA/SMK/MAN.
Demikian diungkapkan oleh Kepala SMK Muhammadiyah Drs Ghozali saat ditemui Radar. “Perolehan medali emasnya bertambah. Tapi tahun ini untuk tingkat Kota rankingnya masih tetap,” ungkapnya.
Perolehan medali emas yang berhasil diraih diantaranya delapan medali emas, tujuh medali perak dan 12 medali perunggu. Cabang olahraga yang berhasil meraih banyak medali terdapat pada Taekwondo yang berhasil menyabet empat medali emas, dua perak dan enam medali perunggu.
Untuk cabang olahraga taekwondo dan silat, siswanya berhasil maju pada tingkat Karesidenan yang akan dilaksanakan di Pemalang. Ghozali menuturkan persiapan Popda telah dilakukan secara intens sejak sebulan sebelumnya. “Yang tadinya mungkin latihan seminggu sekali, ditambah sampai dua tiga kali seminggu,” katanya.
Ada bermacam ekstrakurikuler yang disediakan pihak sekolah. Biasanya, pihak sekolah akan mengambil siswa yang memiliki potensi dan memenuhi syarat untuk maju ada kejuaraan popda.
Ekstrakurikuler yang wajib diikuti para siswa diantaranya tapak suci dan hizbul wathan kepanduan karena berkaitan dengan kemuhammadiyahan. Sedangkan ekstrakurikuler yang tidak wajib diantaranya voli, badminton, sepakbola, basket,sepak takraw, takewondo. Bahkan ada pula ekstra di bidang akademis seperti matematika, fisika, kima dan bahasa inggris.
Ditengah kesibukannya mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran di sekolah, para siswanya tetap semangat mengikuti kegiatan ekstra. Ghozali sangat mengapresiasi para siswanya tersebut. Hal ini ditunjukkan lewat penghargaan yang diberikan oleh pihak sekolah bagi para siswanya yang berhasil membawa pulang piala.
Lebih jauh, ia juga mengungkapkan popda merupakan kegiatan yang sangat bagus, dan ia sangat mendukung kegiatan yang rutin dilaksanakan setahun sekali tersebut. “Saya sangat mendukung kalau pemerintah itu tetap menyelenggarakan popda setiap tahun dalam rangka untuk menginventarisasi bakat anak,” katanya. Menurutnya, hal lain yang perlu ditingkatkan dari even popda yaitu tidak hanya sampai daerah tingkat II saja. Ia mengaharapkan adanya kelanjutan mulai dari popda daerah, popda karesidenan sampai popda provinsi. “Itu akan memotivasi anak luar biasa. Dan sangat bagus untuk mencegah anak-anak remaja menyimpang,” tandasnya. 
Kontributor: Dira Elita | 
Sumber : Radar Pekalongan