Puji Muhammadiyah, Raja Yordania Ingin ke Indonesia


AMMAN  – Raja Yordania, Raja Abdullah II mengungkapkan keinginannya untuk dapat hadir pada Pertemuan Tingkat Tinggi dan Peringatan ke-60 Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 dan ke-10 New Asian-African Strategic Partnership (NAASP) di Jakarta dan Bandung 22-24 April tahun ini.
Namun demikian, kepastian kehadiran Raja Abdullah II pada kegiatan tersebut masih perlu menunggu konfirmasi dari pihak protokol Kerajaan.
Hal tersebut disampaikan Raja Abdullah II kepada Utusan Khusus Presiden RI, Alwi Shihab, di tengah suasana pertemuan yang penuh nuansa persahabatan di Istana Hussainiya, Amman, Yordania, Rabu (18/03).
Pada saat pertemuan, Raja Yordania dan Utusan Khusus Presiden RI mendiskusikan berbagai isu penting di kawasan yang menjadi perhatian bersama. Salah satu yang mengemuka adalah mengenai pentingnya pengembangan pemikiran dan pemahaman Islam yang moderat di kalangan umat Islam. Kedua pihak memandang bahwa langkah tersebut dapat mendorong berkembangnya pemikiran dan gerakan umat Islam yang membawa pesan damai dan manfaat bagi seluruh umat manusia.
Secara khusus, Raja Yordania memandang bahwa organisasi Islam di Indonesia seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah merupakan aset berharga yang telah banyak berkontribusi dalam mengembangkan pemahaman dan gerakan Islam yang damai dan manfaat.
Mantan Menteri Luar Negeri RI, Alwi Shihab ditunjuk Presiden RI untuk menyampaikan undangan dari Presiden RI secara langsung kepada Raja Yordania agar dapat menghadiri Pertemuan dan Peringatan ke-60 KAA dan ke-10 NAASP.
Pertemuan Utusan Khusus Presiden RI dengan Raja Abdullah II mendapat perhatian luas media setempat.
Sebelum bertemu dengan Raja Yordania, Utusan Khusus Presiden RI telah bertemu dan menyampaikan undangan Presiden RI kepada Kepala Negara/Pemerintahan dari Arab Saudi, Qatar, dan Iran. Dari Yordania, Utusan Khusus Presiden RI melanjutkan misinya di Mesir dan Persatuan Emirat Arab. (sp/Jaringnews.com)

Tag Favorite  #KiprahMuhammadiyah