Prof. Dr. Thohir Luth di Pengajian Ahad Pagi Muhammadiyah Jember


Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jember, pada hari Ahad 17 Jumadil Awwal 1436 H, kembali mengadakan Pengajian Ahad Pagi bulan Maret. Awan mendung di atas langit Jember tak menghalangi ratusan warga Muhammadiyah untuk mengikuti pengajian yang digelar di halaman Kantor PDM Kabupaten Jember. Tepat pukul 06.00 pagi waktu setempat, acara pengajian rutin setiap minggu ke-2 ini dimulai. Narasumber kali ini adalah Ketua Pimpinan Wilayan Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof. Dr. Thohir Luth, MA.

Acara dimulai dengan sambutan Dr. Aminullah El Hady, MA Rektor Universitas Muhammadiyah Jember  mewakili Ketua PDM Kabupaten Jember yang berhalangan hadir.
Kemudian acara dilanjutkan pada pengajian inti. 
Dalam pengajian ini, Thohir Luth membahas tentang tantangan militansi warga Muhammadiyah ke depan. Thohir Luth mengatakan, ke depannya Muhammadiyah akan mendapatkan tantangan yang berat dalam menggaungkan dakwah amar makruf nahi munkar. Thohir Luth memberikan contoh, ketika PWM Jawa Timur bekerjasama dengan Gubernur Jatim Soekarwo serta Walikota Surabaya Risma Triharini dalam rangka menutup Lokalisasi Gang Dolly. 
Dalam kerjasama itu, ternyata Muhammadiyah dan pemerintah mendapatkan perlawanan dari warga yang mengaku sebagai Pemuda Muslim daerah Dolly menentang penutupan lokalisasi Dolly karena dianggap mematikan rizki yang diberikan Allah.

Contoh tersebut menurut Thohir Luth hanya sekelumit tantangan yang dihadapi oleh Muhammadiyah dan warganya. Dan yang lebih berat adalah tantangan tersebut datang dari sesama umat Islam di Indonesia.

Thohir menyatakan, meskin berat dan terjal, beliau meyakinkan bahwa apa yang dilakukan oleh warga Muhammadiyah merupakan tugas mulia. Thohir bahkan menjamin bahwa tanpa Muhammadiyah, negara Indonesia akan lebih rusak dan semakin mendekati kehancuran atas 3 perusak utama negeri ini yaitu pornografi, narkoba dan korupsi.

Suka tidak suka, Muhammadiyah memiliki komitmen dan konsekuensi berdakwah menyampaikan kebenaran sesuai Al-Quran dan Sunnah Nabi. Hal ini ternyata membuat Muhammadiyah menjadi common enemies bagi beberapa pihak yang merasa dirugikan oleh gerak dakwah Muhammadiyah ini.

Oleh karena itu, Thohir Luth menyatakan bahwa setiap pimpinan dan warga Muhammadiyah wajib memiliki beberapa syarat kekuatan dari intern agar Muhammadiyah tetap besar dan perjuangan dakwah warga tetap tegar.
 Diantara syarat tersebut antara lain adalah menumbuhkan militansi di hati setiap pimpinan dan warga Muhammadiyah. Syarat ini adalah syarat berat yang harus dimiliki oleh setiap individu di dalam Muhammadiyah. Kenapa? Karena ketika kita membangun militansi ini kadang, orang terdekat kita menjadi ‘pengganggu’ yang menggoyahkan militansi.

Syarat berikutnya adalah perjuangan di dalam Muhammadiyah harus dilandasi keikhlasan serta mengharap ridho Allah. Karena hanya dengan modal itulah Muhammadiyah bisa terus berjalan di atas Qur’an dan Sunnah.

Hal yang terakhir perlu diperhatikan adalah, setiap pimpinan dan warga Muhammadiyah wajib mewaspadai setiap usaha dari pihak ketiga yang ingin membenturkan Muhammadiyah dengan pihak lain. Pada saat sekarang ini seringkali Muhammadiyah dibenturkan dengan pihak lain yang mengatasnamakan warga. Thohir mencontohkan beberapa kasus di daerah Jawa Timur seperti di Madiun, Ngawi dan Trenggalek. Namun alhamdulillah Muhammadiyah dapat mengatasi hal tersebut tanpa perlu konfrontasi fisik.
Tepat pukul 08.00 pengajian Ahad pagi diakhiri, dan Ketua PWM bersama jajaran pimpinan Muhammadiyah Jember menuju desa Paleran untuk melakukan silaturahim tri wulanan yang diadakan oleh PCM se-Kabupaten Jember.

kontributor : Maghfur
Area : Jember