Pihak Penyabot Masjid Assalam Melanggar Kesepakatan Polisi

Jakarta – Hari Jum’at (6/3/2015) kemarin sebelum sholat jum’at dimulai ada kejadian unik. “Sejak sehari sebelumnya, Muhammadiyah diberitahu Binmas bahwa Kapolres Jakarta Barat akan mengirim Khotib ke Mesjid”, ujar Bang Mustofa Nahra. Pengiriman Khotib “Versi” Kapolres ini, sepertinya untuk jalan tengah akibat adanya penyerangan oleh penyabot Jum’at lalu. Selain mengirim Khotib, Polisi ternyata juga mengirim Muadzin ke Mesjid Muhammadiyah Cengkareng.

Karena takut ada perkelahian lagi, Khotib dan muadzin dari Polisi. Sebelum Jum’atan , Kapolsek Cengkareng Kompol Sutarjono mempertemukan kedua belah pihak, Penyabot Masjid dan Takmir sah Masjid Assalam. Mereka sepakat untuk tidak tampil di mimbar.
Sayangnya, kesepakatan itu dilanggar pihak penyabot. Ketika masuk waktu Shalat, pihak penyabot tiba-tiba tampil menyambar mic. Laki-laki berbaju putih bernisial H ini dengan wajah tertunduk, mengumumkan berbagai macam informasi terkait ritual mereka. Termasuk mengumumkan pendapatan kencleng Mauludan Akbar yang digelar di Mesjid Muhammadiyah pada 28 Februari silam. (adm/sangpencerah)

baca juga :
Preman Bayaran Tidak Ikut Sholat Jum’at Demi Jaga-jaga di Depan Masjid Assalam  
Din Syamsuddin Minta Mauludan Ilegal Dihentikan di Masjid Assalam Muhammadiyah
Kronologis Penyerobotan Masjid Assalam Muhammadiyah  
Tak Hanya Serobot Masjid, Jamaah Sholat Jum’at Dipukul  
Masjid As Salam Sesuai Sertifikat atas nama PC Muhammadiyah Cengkareng 
Dilarang Maulidan di Dalam Masjid, Massa Tetap Gelar di Halaman Masjid Assalam  
KOKAM DIY Siap Berangkat ke Jakarta untuk Amankan Masjid Muhammadiyah