Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor NU Sepakat Menahan Diri Terhadap Konflik Penyerobotan Masjid As-Salam

Jakarta – Masjid As-Salam yang diserobot kelompok tertentu menjadi perhatian, Kelompok tersebut kemarin menggelar Mauludan sesudah melakukan anarkisme terhadap pengurus Masjid. Kemarin (28/2) saat acara maulid Nabi di halaman Masjid, terlihat ada dua anggota Banser yang ikut menjaga acara.

Menyikapi hal tersebut Dahnil Azhar selaku Ketua PP Muhammadiyah berkomunikasi dengan Nusron Wahin selaku ketua GP Ansor dan Banser, pengakuan Nusron bahwa Banser hanya diundang untuk amankan maulud seperti di tempat lain, dan memang mendengar terjadi konflik soal wakaf dan pengelolaan Masjid tersebut.

Untuk itu kedua belah pihak sepakat untuk tidak melibatkan diri terhadap aksi penyerobotan dan kekerasan yang terjadi disana.

Berikut pernyataan dari Dahnil Anzar, Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah. “Berkaitan dengan kasus pengambil alihan Masjid As-Salam Cengkareng. Kawan-kawan
Pemuda Muhammadiyah dan Kokam yang telah bersiap-siap, harap menahan diri
terlebih dahulu. Saya sudah minta sahabat kita GP Ansor dan Banser melalui
Mas Nusron Wahid juga tidak ikut diperalat disana. Kita serahkan terlebih
dahulu kepada proses hukum yang sedang dilakukan oleh Komnas HAM dan kepolisian, terkait dengan kekerasan yg terjadi dan pengambil alihan
paksa.(sangpencerah)

baca juga :
Preman Bayaran Tidak Ikut Sholat Jum’at Demi Jaga-jaga di Depan Masjid Assalam  
Din Syamsuddin Minta Mauludan Ilegal Dihentikan di Masjid Assalam Muhammadiyah
Kronologis Penyerobotan Masjid Assalam Muhammadiyah  
Tak Hanya Serobot Masjid, Jamaah Sholat Jum’at Dipukul  
Masjid As Salam Sesuai Sertifikat atas nama PC Muhammadiyah Cengkareng 
Dilarang Maulidan di Dalam Masjid, Massa Tetap Gelar di Halaman Masjid Assalam  
KOKAM DIY Siap Berangkat ke Jakarta untuk Amankan Masjid Muhammadiyah