Mahasiswa UIN Aceh Akan Belajar Budaya Jepang

BANDA ACEH — Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (FDK-UIN) Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh mengajak Japan Foundation untuk bekerja sama bidang pendidikan, riset pertukaran sosial dan budaya. Dekan FDK UIN Ar-Raniry Abdul Rani Usman mengatakan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak Japan Foundation yang kemungkinan akan ada beberapa kerja sama yang akan dilakukan beberapa waktu mendatang dengan UIN Ar-Raniry.
Ia menjelaskan jalinan kerja sama yang akan dilakukan dengan apan Foundation tersebut bertujuan untuk pengembangan akademik di Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTIN) di provinsi ujung paling barat Indonesia itu. Abdul Rani mengatakan dalam pertemuannya dengan pihak Japan Foundation Director General Japan Foundation for Southeast Asia, Ogawa Tadashi, Ph.D di Jakarta, mereka telah merumuskan beberapa hal terkait dengan langkah kerja sama antar dua lembaga itu.
“Kerja sama ini nanti akan memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan masyarakat Aceh untuk belajar tentang etos kerja dan budaya Jepang,” katanya.
Ia menjelaskan dalam pertemuan singkat itu juga telah menghasilkan sebuah kesepakatan kerja sama dalam waktu dekat yang direncanakan akan dimulai dengan mengadakan sebuah diskusi sosial dan budaya melalui pemutaran film pada bulan April 2015.
Sementara itu, Director General Japan Foundation for Southeast Asia, Okawa Tadashi mengatakan Japan Foundation akan membantu dalam pelaksanaan beberapa kegiatan yang tertuang dalam ikatan kerja sama dan akan membantu untuk mendatangkan beberapa orang dari Jepang, khusus untuk hadir di acara diskusi tersebut.
“Kami akan berupaya melakukan kerja sama baik dalam kaitan dengan pengembangan pendidikan di Kampus UIN Ar-Raniry, bahkan tidak hanya pada diskusi sosial dan budaya saja, Japan Foundation juga akan membantu Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry untuk mengadakan International Conference,” kata Okawa.(rol/sp)