Kokam Surya Birawa Klaten Siap Amankan Aset Muhammadiyah di Masjid Assalam

KLATEN – Konflik pengambilalihan Masjid Jami Assalam di kawasan Cengkarang Jakarta Barat yang merupakan wilayah dakwah Pimpinan cabang Muhammadiyah Cengkareng menimbulkan reaksi dari kader maupun ortom Muhammadiyah di sejumlah daerah.
Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah DIY secara tegas telah mengeluarkan pernyataan sikap akan mengerahkan personil kokam hingga ratusan personil.
Di Klaten kejadian tersebut juga telah menjadi perdebatan di media social antar kader dan anggota ortom Muhammadiyah, intinya mereka siap untuk mengamankan asset muhammadiyah yang kini jadi persoalan sejak pengambil alihan dua pekan lalu.
Komandan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Surya Birawa Klaten Bambang Ismail sangat menyesalkan atas tindakan naïf perebutan asset yang jelas jelas secara kekuatan hukum miliki Muhammadiyah.
“mestinya masjid tersebut tidak diperebutkan dan bias digunakan bersama walaupun antar Muhammadiyah dan yang lainnya” Ungkap Bambang Minggu 1/03/2015.
Kepada wartawan dia menjelaskan yang perlu ditilik di dalam masjid tersebut jelas ada kepengurusan takmir dan merupakan wakaf milik Muhammadiyah semestinya tidak terjadi pengambilalihan.
Dicontohkan di Sumatera Barat malah sudah tegas dengan mencantumkan nama Muhammadiyah seperti Masjid Muhammadiyah Al-Amin atau misalnya saja penamaan gereja , ada gereja jawa dan yang lebih spesifik namanya.
“Mengapa islam tidak seperti itu, ini bukan masalag segtarian tetapi lebih kepada pemahaman terhadap pengelolaan jamaah itu sendiri”tegasnya.
Terkait hal tersebut mengingat keberadaan kokam yang mempunyai tugas menjaga dan mengmankan asset Muhammadiyah baik yang bergerak maupun tidak bergerak sudah seharusnya kita rebut kembali. Namun demikian dalam hal ini kita mengedepankan penegakan hukum terlebih dahulu untuk menyelesaikan permasalahan ini.
“jika aparat hukum tidak bisa menyelesaikan persoalan ini seadil adilnya palagi sampai merugikan Muhammadiyah ya jelas kita akan bergerak”tandas Bambang.
Sementara itu berdasarkan informasi dari website Muhammadiyah.or.id ,Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah menerima pengaduan dari Pimpinan cabang Muhammadiyah Cengkareng tentang pengambilalihan Masjid Jami Assalam di kawasan Cengkareng Barat, Jakarta Barat sekitar dua pekan lalu.
Pihak pimpinan cabang Muhammdiyah Cengkareng merasa bahwa masjid Jami Assalam telah diambilalih oleh sekelompok orang secara paksa dengan mengganti kepengurusan masjid, daftar imam masjid serta mencopot plang masjid. (sp/kabarklaten.net)