Inilah Brand Sekolah Muhammadiyah; Hafal Beberapa Juz Al-Quran dan Berakhlak Mulia

oleh : Wahyudi Abdurrahim, Lc
Sebelumnya sudah saya sampaikan bahwa kita harus merubah paradigm berfikir terkait dengan sekolah Muhamamdiyah. Jika sebelumnya sekolah Muhamadiyah hanya dianggap sebagai bagian dari amal usaha Muhamadiyah saja, maka sekarang kita rubah bahwa sekolah Muhammadiyah merupakan bagian dari kaderisasi gerakan dakwah Muhammadiyah.
Sebagai sekolah kader dari gerakan Islam, maka sekolah Muhammadiyah harus mempunyai nilai jual. Sekolah Muhammadiyah mempunyai brand sendiri yang dianggap sebagai ciri khas sekolah Muhammadiyah. Brand ini lah yang menjadi “nilai jualan” kita sehingga orang akan bangga tatkala ia sekolah di Muhammadiyah. Orang tua merasa mendapatkan sesuatu yang berlebih dibandingkan ketika ia menyekolahkan anaknya di luar Muhammadiyah. Siswa pun merasa bangga karena ia mendapatkan kesempatan untuk masuk ke sekolah Muhammadiyah.
Bisa saja sekolah Muhammadiyah unggul dalam bidang IT, ilmu eksak atau lainnya, namun brand Muhammadiyah tetap lekat. Kemanapun ia berada, ia bangga membawa nama sekolah Muhammadiyah.
Brand ini tidak harus macam-macam. Cukup satu atau dua ciri khas saja, namun mempunyai nilai tinggi, sudah cukup untuk menjadi ciri khas yang layak dikenal bagi para alumni sekolah Muhammadiyah. Brand ini adalah akhlak mulia dan hafalan beberapa juz al-Quran.
Khusus mengenai al-Quran ini, bisa menjadi program unggulan di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Tentu akan berat jika harus hafal 30 juz. Agar lebih ringan bisa saja 1 tahun cukup satu juz. Dengan demikian, selama 3 tahun bisa hafal minimal 3 juz.
Apakah berat? Mari kita hitung. 1 juz terdiri dari 20 halaman. Jika satu hari menghafal setengah halaman, maka dalam 40 hari sudah hafal 1 juz. Sementara 1 tahun ada 12 bulan. Jadi, porsi kita untuk menghafal kita kurangi lagi. Satu hari cukup satu ayat saja. 1 tahun dijamin bisa hafal 1 juz.
Sediakan waktu wajib menghafal al-Quran 40 menit sebelum pelajaran dimulai. Yang bertugas menyimak hafalan Qurannya adalah guru pengampu kelas masing-masing. Tidak harus guru agama, guru fisika, kimia, matematika, sosiologi dan lain sebagainya juga bisa menyimakkan hafalan Quran para siswa.
Meski terkesan sederhana, namun a;-Quran ini luar biasa. Jika bisa kontinyu seperti ini, akan ada efek domino. Mereka yang rajin menghafal Quran, akhlaknya akan lebih terjaga dibandingkan dengan mereka yang jauh dari al-Quran. Menghafal al-Quran juga menjadi pendorong untuk meningkatkan kecerdasan seseorang.
Waktu yang ada tidak akan mudah digunakan untuk bermain yang tidak bermanfaat. Kewajiban menghafal Quran, akan semakin membuat siswa rajin mengaji. Artinya, al-Quran akan dapat mengurangi berbagai prilaku negatif yang umum dilakukan oleh siswa sekolahan. Walahu alam