IMM UAD Adakan Donor Darah di Kampus


YOGYAKARTA – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Univerisitas Ahmad Dahlan Yogyakarta mengadakan donor darah dalam rangka memperingati milad IMM ke 51. Acara donor darah diadakan di Kampus II UAD Jl. Pramuka, Yogyakarta. Ikut meramaiakn acara donor darah digelar juga bazaar buku dan penampilan band quistik dari LSBO (lembaga seni, budaya dan olah raga) Pimpinan Cabang Djazman Al Kindi  Kota Yogyakarta.
Hadir dalam acara tersebut Koordinator Komisarit Immawan Amirul, Presiden Badana Eksekutif Mahasiswa UAD saudara Rio Pamungkas dan Pembina IMM UAD Mufti Khakim, SH. MH. Immawan Amirul selaku korkom mengungkapkan bahwa acara donor darah menjadi bagian dari rangkaian acara peringatan milad IMM yang ke 51.  Lebih lanjut ia mengatakan bahwa acara donor darah sengaja dipilih sebagai kegiatan sosial IMM karena acaranya murah, meriah dan memberikan banyak manfaat kepada sesama.
Mufti Khakim, SH., MH. selaku Pembina IMM UAD mengungkapkan rasa apresisasinya karena IMM telah memiliih donor darah sebagai bentuk perwujudan nilai sosial kemasyarakatan.  Gerakan IMM ditengah-tengah kondisi mahasiswa dengan karakter individualistik yang makin meninggi ternyata masih banyak yang peduli dan memiliki nilai sosial yang tinggi. Menyumbangkan sekantong darah menumbuhkan nilai ke-Ikhlasan dalam diri si pendonor karena ia tidak lagi memandang siapa yang akan disumbang dan jelas mengedepankan rasa tanpa pamrih. Harapan besar bahwa menyumbangkan darah bisa menjadi budaya dan gaya mahasiswa dengan jargon “mahasiswa sejati adalah mahasiswa yang mendonorkan darahnya”.
Peserta yang membeludak rela mengantri untuk menyumbangkan darahnya menandakan bahwa masih hidupnya rasa kemanusian dalam diri mahasiswa ungkap Riandika selaku panitia. Acara donor darah dengan jargon “save a life with your blood” (selamatkan sebuah kehidupan dengan darahmu) hal ini sebagai penyemangat bahwa pendonor adalah orang yang telah menyelamatkan kehidupan. Donor darah bisa menjadi ungkapan rasa syukur kita ke pada Allah karena telah diberi kesehatan dan kehidupun.
Rio Pamungkas selaku presiden BEM UAD yang hadir dan sekaligus menjadi salah satu peserta donor darah mengungkapkan, bahwa donor darah adalah sebagai bentuk perwujudan dedikasi nilai kemanusiaan mahasiswa terhadap sesama manusia. Rasa kemanusiaan perlu dipupuk dan dikembangkan salah satunya dengan mendonorkan darahnya.
Saudara Ginanjar selaku salah satu perserta mengungkapkan rasa lega dan senang karena bisa memberikan kemanfaat bagi orang lain dengan mendonorkan darahnya. Banyak manfaat ungkapnya selain beramal juga membuktikan bahwa dirinya sehat, karena hanya orang yang sehat yang bisa mendonorkan darahnya.
Ada juga peserta donor darah yang kecewa karena tidak bisa menyumbangkan darahnya karena ada masalah kesehatan, masalah siklus kewanitaan, dan tekanan darah yang tidak memenuhi bagi pendonor. Besar harapan agar kegiatan ini bisa rutin untuk dilaksanakan dikampus dengan sasaran Mahasiswa. (sangpencerah.id)

Kontributor : Mufti Khakim