Crew Bus Haryanto Tidak Digaji Jika Mempersulit Penumpang Sholat 5 Waktu

Saat melakukan perjalanan jauh mayoritas orang memang lebih memilih
menggunakan fasilitas transportasi umum. Ini dinilai lebih hemat dan
juga tidak membuat tubuh terasa lelah. Salah satu transportasi yang
ramai dicari terutama bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah adalah
bus. Bus dianggap murah dan juga cukup nyaman.
 
Bus-bus malam
seringkali jarang memberikan kesempatan bagi Muslim untuk melaksanakan
shalat subuh. Padahal shalat merupakan ibadah yang wajib bahkan
merupakan kebutuhan setiap Muslim. Bus-bus malam ini biasanya hanya
berhenti di tempat peristirahatan saat tengah malam untuk makan dan
beristirahat sejenak. Namun berbeda dengan PO alias perusahaan otobus
yang satu ini.
Perusahaan yang bernama PO Haryanto ini membuat
peraturan yang sangat ketat bagi para karyawannya agar selalu memberikan
kesempatan para penumpangnya untuk melaksanakan shalat 5 waktu,
terutama shalat subuh. Jika melanggar, 1 crew tidak akan mendapatkan gaji untuk 1 kali perjalanan PP.
PO
Haryanto merupakan salah satu penyedia moda transportasi darat dengan
armada bus di Indonesia. Nama bus ‘Haryanto’ diambil dari nama pemilik
PO ini yaitu Bapak Haji Haryanto. Saat ini Bus Haryanto melayani rute
Bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) dari Jakarta, Bogor, Tangerang,
Bekasi dengan berbagai tujuan di Pulau Jawa seperti Kudus, Pati,
Kartosuro, Solo, Madiun, Ponorogo, Karanganyar, Surabaya, dan Madura.
Bus
Haryanto juga melayani perjalanan pagi hari dari Terminal Pulo Gadung
dengan tujuan Semarang dan Kudus. Selain melayani Bus Antar Kota Antar
Propinsi (AKAP), PO Haryanto juga melayani Bus Pariwisata untuk
perjalanan wisata di Jawa-Bali.
PO Bus Haryanto-Foto copyright twitter.com-jpeg.image
Salah seorang user twitter yakni @yuniarto8686
mengunggah foto sebuah banner besar yang bertuliskan peraturan dari PO
tersebut berkaitan dengan kewajiban memberi kesempatan para penumpangnya
untuk melaksanakan shalat. Ia lalu memention Ustadz Yusuf Mansyur dan
meminta pendapatnya. Yusuf Mansur pun merespon, bahwa mengutamakan
shalat berarti mengutamakan Allah. Berbagai komentar positif pun hadir
dan mendukung gerakan tersebut. Salut. Bagaimana pendapat Anda tentang
gerakan ini?
Sumber: salam-online.com