Belajar Kasus Masjid Assalam, SM Adakan Diskusi dan Bentuk Tim Relawan Masjid

Yogyakarta – Pasca kejadian kasus Pembegalan Amal Usaha Muhammadiyah Cabang Cengkareng yakni perampasan Masjid Muhammadiyah As Salam Cengkareng Jakarta Barat ,Muhammadiyah melalui Majalah Resmi Persyarikatan Muhammadiyah “Suara Muhammadiyah” mengadakan diskusi dan menyatukan persepsi tentang masalah permasjidan.

Kegiatan yang dilaksanakan dari pagi hingga siang hari tadi (Sabtu, 7/03) yang bertempat di Gedoeng Moehammadijah Yogyakarta mengundang pembicara dari Takmir Masjid Jogokaryan Yogyakarta, Bapak Jasir.

Bapak Jasir dan kawan-kawan di Takmir Masjid Jokokaryan sudah berhasil menata manajemen Masjid di Jogokaryan, warga dan masyarakat di sekitar Masjid Jogokaryan merasa terbantu dengan keberadaan Masjid ini. Dulu sebelum Masjid ini dibangun, Daerah Jogokaryan merupakan basis PKI akan tetapi setelah Muhammadiyah masuk dan membangun Masjid Jogokaryan ini, masyarakat banyak yang bertaubat dikarenakan merasa tertolong oleh Muhammadiyah.

Dari jajaran redaksi SM (Suara Muhammadiyah), Deni Al Asy’ari mengungkapkan dalam pemaparannya, Muhammadiyah melalui Suara Muhammadiyah merasa ikut terpanggil dengan masalah Masjid di tubuh Persyarikatan. Muhammadiyah itu mempunyai banyak masjid dan mushola. Sebagai gambaran saja, jika dihitung secara jumlah Masjid Muhammadiyah se- DIY dan Jawa Tengah saja (mushola belum dihitung) pasti akan lebih banyak daripada Gereja Kristen dan Katholik se- DIY dan Jawa Tengah akan tetapi Muhammadiyah sampai detik ini belum mempunyai Majelis khusus mengurusi permasjidan ini. Dalam rentang waktu satu tahun belakang hingga sebelum kasus Cengkareng meletus, Redaksi Suara Muhammadiyah sudah menerima ribuan proposal tentang Masjid. Dari sinilah SM ingin mencari solusi tentang masalah permasjidan, apalagi dalam seekan ini Muhammadiyah dikejutkan dengan melestuna kasus pembegalan Masjid Muhammadiyah.

Follow up dari kegiatan diskusi ini, akan dibentuk tim relawan Masjid pada edisi perdana akan dikonsentrasikan di DIY dan Jawa Tengah. Adapun tugas relawan masjid ini adalah nantinya akan mendiskusikan tentang manajemen masjid, kegiatan masjid, dan infrastruktur Masjid), tutupnya. (sp/mentarinews)

baca juga :
Preman Bayaran Tidak Ikut Sholat Jum’at Demi Jaga-jaga di Depan Masjid Assalam  
Din Syamsuddin Minta Mauludan Ilegal Dihentikan di Masjid Assalam Muhammadiyah
Kronologis Penyerobotan Masjid Assalam Muhammadiyah  
Tak Hanya Serobot Masjid, Jamaah Sholat Jum’at Dipukul  
Masjid As Salam Sesuai Sertifikat atas nama PC Muhammadiyah Cengkareng 
Dilarang Maulidan di Dalam Masjid, Massa Tetap Gelar di Halaman Masjid Assalam  
KOKAM DIY Siap Berangkat ke Jakarta untuk Amankan Masjid Muhammadiyah