Bangunan Muhammadiyah di Pesisir Selatan Terancam Ambruk


PESISIR SELATAN – Perguruan Muhammadiyah Lakitan, Kecamatan Lengayang Pessel terancam ambruk digerus Batang Lakitan. Batang Lakitan saat ini telah menggerus tebing pulu­han meter dan telah merusak sejumlah fasilitas umum, se­men­tara jarak antara tebing dan perguruan Muhammadiah tinggal beberpa meter saja.
Pantauan Haluan Minggu (8/3), fasilitas umum yang telah rusak tersebut adalah lapangan bola kaki Lubuk Begalung Lakitan, tempat per­ku­­buran umum dan perku­buran sejumlah kaum. Khusus lapangan bola kaki telah me­nga­lami kerusakan puluhan meter.
Kepala MTS Muham­madi­yah Lakitan ,Aprisal menye­butkan, di komplek perguruan Muhammadiya Lakitan terda­pat gedung sekolah MA Muha­m­madiyah dan eks gedung belajar MTS Muhammadiyah. Diakuinya, penggerusan Ba­tang Lakitan menimbulkan ancaman bagi fasilitas sekolah.
Selanjutnya Erna (39) war­ga yang bermukim disekitar itu meambahkan, penggerusan Batang Lakitan telah menim­bulkan alur sungai yang tidak menguntungkan. Sekitar tiga ratus meter dari lapangan bola kaki, jarak sungai kian dekat dengan jalan.
Selanjutnya warga Lakitan juga keluhkan Batang Lakitan yang mudah meluap akibat alur sungai berbelok dan tebing mudah runtuh. Keluhan itu telah pula disampaikan Wali­nagari Lakitan Selatan Hasan Basri mewakili aspirasi masya­rakat kepada Ketua DPRD Pessel Martawijaya.
Menurutnya, pada bebe­rapa kali bencana alam dike­tahui penyebab kawasan itu mudah terendam adalah akibat alur sungai yang tidak lurus dari hulu Batang Lakitan. Pada beberapa titik bahkan tebing Batang Lakitan runtuh dan merusak fasilitas umum dan pemukiman.
Oleh sebab itu menurut Hasan Basri, Batang Lakitan perlu dilakukan normalisasi sungai. Pada titik tertentu perlu ada pengamanan tebing dengan batu beronjong. Warga Lakitan Selatan paling banyak merasakan dampak banjir ter­se­but. “Hingga kini warga di Lakitan Selatan selalu men­derita bila hujan mengguyur. Bila intensitas hujan tinggi maka kawasan Seberang Tarok dan sekitarnya akan teren­dam,” katanya menjelaskan.
Terkait dengan keluhan warga dari Lakitan Selatan itu, Martawijaya mengatakan, pe­me­rintah nagari setempat di­min­ta untuk segera mengi­nventarisir kerusakan yang telah terjadi. Kemudian untuk mendapatkan proyek norma­lisasi sungai, pemerintah naga­ri memasukkan usulan terse­but dalam Musrenbang Nagari dan harus dijadikan prioritas.
“Setelah itu, juga perlu dibahas dalam Musrenbang Kecamatan dan selanjutnya dibahas lagi dalam Musren­bang Kabupaten. Jadi intinya, prosedur pengusulan kegiatan resmi harus dilewati nagari,” katanya menjelaskan.
Dikatakannya, pada Bulan Maret 2015 ini DPRD Pessel akan membahas revisi APBD 2015. Dengan demikian, pem­nag harus bekerja cepat agar usulan tersebut dibahas di DPRD. Sementara itu Kepala Di­nas PSDA Pessel Yusdi mela­lui Sekretaris Dinas PSDA Dt Arzil menyebutkan, pemerin­tah siap melakukan norma­lisasi pada Batang Lakitan yang telah menggerus sejumlah fasi­li­tas dan termasuk menga­n­cam bangunan pendidikan di Muhammadiyah Lakitan.
“Namun hingga kini masih terkendala dengan pembe­basan lahan. Kami meminta masya­rakat dan pemerintah nagari membebaskan lahan untuk normalisasi sungai. Jika sudah bebas Pemkab akan lakukan normalisasi sungai disana,” katanya. (sp/harianhaluan)