Wawancara dengan Ketua PCM Cengkareng terkait Penyerobotan Masjid As-Salam

Hasil wawancara via phone dengan H.Romli (Ketua PCM Cengkareng) oleh sangpencerah.id :

1. Sekitar tahun 1975, ada 8 orang mendirikan Yayasan As-Salam. 5 orang diantaranya adalah pengurus PCM Cengkareng,
2. Dalam kesepakatan, jika Yayasan As-Salam bubar maka akan diserahkan ke Muhammadiyah,
3. Selama 30-an tahun, tata cara ibadah di masjid As-Salam sesuai tuntunan Muhammadiyah,
4. Warga di sekitar masjid juga ikut ibadah sesuai pengelolaan Muhammadiyah,
5. Tahun 2008, telah disepakati Yayasan As-Salam dibubarkan,
6. Setelah dibubarkan, Masjid pengelolaannya diserahkan oleh lembaga wakaf Muhammadiyah dan berdiri Ranting Muhammadiyah Cengkareng Barat Satu,
7. Sertifikat masjid legal sudah milik Muhammadiyah, dicatat di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Barat,
8. Sekitar 2 tahun lalu, ada pihak yg mencoba memprovokasi dengan mencoret-coret plang Muhammadiyah,
9. Kemudian dipasang plang “Masjid ini milik Allah”, bukan golongan tertentu,
10. Oknum tersebut memprovokasi warga sekitar untuk merebut kepengurusan masjid As salam,
11. Puncaknya sebelum sholat jum’at kemarin, terjadi kericuhan akibat protokol takmir masjid dimimbar dipaksa turun oleh oknum berseragam hitam.
12. Saat ini kasus ini diambil alih PDM Jakarta Barat untuk mengurusi lewat jalur hukum

baca juga :
Preman Bayaran Tidak Ikut Sholat Jum’at Demi Jaga-jaga di Depan Masjid Assalam  
Din Syamsuddin Minta Mauludan Ilegal Dihentikan di Masjid Assalam Muhammadiyah
Kronologis Penyerobotan Masjid Assalam Muhammadiyah  
Tak Hanya Serobot Masjid, Jamaah Sholat Jum’at Dipukul  
Masjid As Salam Sesuai Sertifikat atas nama PC Muhammadiyah Cengkareng 
Dilarang Maulidan di Dalam Masjid, Massa Tetap Gelar di Halaman Masjid Assalam  
KOKAM DIY Siap Berangkat ke Jakarta untuk Amankan Masjid Muhammadiyah