Semarak Pengajian Ahad Pagi Muhammadiyah Jember


Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jember kembali menyelenggarakan Pengajian Ahad Pagi di Halaman Kantor PDM Jember. Pengajian rutin setiap minggu ke 2 ini dilaksanakan pada Ahad (8/2) kemarin dengan narasumber Bapak H. Suharyo AP., SH. yang menjabat sebagai Ketua PDM Kabupaten Lumajang.


Tepat pukul 06.00 pagi, acara pengajian dibuka oleh pembawa acara saudara Budi Santoso, S.Th.I yang merupakan adik kandung Dr. Syamsul Hidayat, MA. dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh pihak PDM Jember yang kali ini diwakili oleh Bapak Kusno, MPdI, ketua Majelis Tabligh Kabupetan Jember.


Bapak Suharyo saat memberikan taushiyah nya pagi itu dihadapan ratusan warga Muhammadiyah Jember mengungkapkan beberapa poin penting yang bisa dijadikan pedoman bagi manusia khususnya bagi warga Muhammadiyah saat menjalani kehidupan di dunia yang penuh dengan pilihan dan resiko. Beliau menyitir ayat dalam Qur’an surat al-Ankabut ayat 2-3, dimana Allah berfirman: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”


Jadi, lanjut beliau jika ingin menjadi orang yang baik dan beriman ada beberapa langkah dimana minimal ada 7 langkah yang bisa dilakukan oleh manusia. Pertama, MUHASABAH; selalu berupaya mengkoreksi diri sendiri dalam segala dimensi kehidupan. Yang Kedua, MUAQOBAH; menyalahkan diri sendiri dalam artian bahwa di sekitar kita sering kita melihat orang dengan keterbatasan tetapi mampu berbuat maksimal, sedangkan kita yang Allah beri kesempurnaan sering tak menggunakan potensi diri secara maksimal. Ketiga, MUHASANAH; setelah mengkoreksi dan menyalahkan diri, maka manusia hendaknya memperbaiki kekurangan diri yang selama ini dilakukan dengan menaikkan intensitas kebajikan yang dilakukan.

Kemudian ber-MUJAHADAH adalah langkah keempat; hal ini dilakukan dengan melakukan kebajikan dengan sungguh-sungguh bukan sekedar melakukan dalam rangka menggugurkan kewajiban. Dalam agama tak dikenal sebuah amaliyah dilakukan dengan santai-santai. Kelima, ISTIQOMAH; ialah mengerjakan kebaikan secara terus-menerus/kontinyu dan akan merasa melakukan kesalahan ketika lupa mengerjakan kebaikan itu. Ada rasa berdosa dan malu ketika tanpa alasan jelas meninggalkan sebuah kebajikan. Keenam, MURAQOBAH dari hasil lima poin yang dijalankan sebelumnya, akan dirasakan kedekatan dengan Allah SWT dan manusia akan berhasil mengalahkan nafsunya. Dan poin terakhir adalah MUKASYAFAH; dimana ini adalah tingkatan tertinggi manusia. Manusia akan memiliki perasaan yang menyatu dengan sang Pencipta.


Dalam penutupnya Ketua PDM Lumajang mengingatkan kita semua bahwa selama ini sering manusia tidak sadar ada campur tangan Allah SWT di setiap detik langkah hidup manusia. Ketika nikmat itu dicabut satu persatu oleh Allah, maka di saat itulah manusia akan tersadar dan merasakan betapa besar nikmat Allah.


Pengajian Ahad Pagi PDM Jember itu dihadiri oleh beberapa pucuk pimpinan PDM serta AUM di Kabupaten Jember. (sangpencerah.id)