Rasis Terhadap Syafii Maarif, PDIP Panen Kecaman Dari Netizen Muhammadiyah

Pernyataan anggota DPR dari PDI Perjuangan Junimart Girsang bahwa mantan ketua umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif “tidak jelas” mengundang reaksi berbagai pihak.


“Pernyataan Syafii Maarif itu tidak punya dasar, karena tak jelas siapa dia dan apa posisinya. Kalau bisa, kita harap jangan pula dia membuat suasana makin keruh,” ujar Junimart di Jakarta, Rabu (4/2).


Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyinggung pernyataan anggota komisi III DPR Junimart Girsang yang menyindir Buya Syafii Maarif.


“Pada hemat saya seyogyanya enggak perlu ada aksi demikian. Buya Syafii Maarif tokoh bangsa jadi referensi moral, terakhir dia Ketua Tim Sembilan diundang Presiden Joko Widodo,” tegas Din sebelum “Pengajian Bulanan bertajuk 100 Hari Pemerintahan Jokowi” di Kantor PP Muhamadiyah, Jakarta.


Statement tegas disampaikan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak yang mengecam pernyataan Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Junimart Girsang terkesan merendahkan posisi Buya Syafii Maarif, Dahnil menyampaikan pesan kepada Junimart Giraang bahwa Buya itu adalah pemimpin umat lebih dari 30 juta umat di Indonesia, yaitu Muhammadiyah.


Reaksi juga datang dari Intelektual Muda Muhammadiyah DR. Raja Juli Antoni “Jadi posisi Buya dan anggota ‘tim independen’ lainnya justru memberikan suntikan moral bagi Presiden Jokowi untuk mempunyai keberanian mengambil keputusan untuk tetap pro pemberantasan korupsi di tengah rongrongan para politisi rendah akal dan moral, seperti Junimart Girsang, Saya berkali-kali menemani Buya Syafii bertemu almarhum Taufiq Kiemas. Kalau ketemu Pak TK  selalu cium tangan Buya. Aneh kalau Junimart tidak mengenal Buya,” kata Toni.


Kemudian lewat pernyataan tertulis Direktur Institute for Transformation Studies (Intrans) Saiful Haq  mengungkapkan, ada konsekuensi moral di dalam pernyataan Junimart tersebut. Pertama, Buya Syafii bukanlah orang yang tidak jelas. Boleh dikatakan tinggal beliau satu-satunya negarawan yang dimiliki bangsa ini. “Rekam jejaknya tanpa cacat, bukan hanya sebagai mantan ketua umum PP Muhammadiyah, tapi juga selalu hadir sebagai penerang ketika bangsa dirundung kegelapan,” ungkapnya.


Sementara itu gelombang reaksi kritik dan kecaman juga ramai terjadi di media sosial, para netizen memberikan tanggapan terhadap pernyataan kader PDIP tersebut terutama di lini masa yang berafiliasi dengan muhammadiyah, netizen muhammadiyah yang didominasi kader muda menyampaikan kritik dan kecaman kepada Junimart dan PDIP terhadap sikap rasis nya yang ditujukan kepada Buya Syafii Maarif.


Para netizen menilai Junimart sebagai politisi instant yang tidak paham sejarah kebangsaan dan tidak pro terhadap pemberantasan korupsi, di sisi lain menghujat Buya Syafii tapi di saat yang sama menyanjung – nyanjung Calon Kapolri “BG” yang berstatus tersangka.


Netizen juga mempertanyakan moralitas PDIP sebagai partai politik yang melahirkan politisi sekelas junimart yang tidak memilik kompetensi dan sensitifitas publik malah justru memperkeruh keadaan saat ini, tidak sedikit mereka juga menuntut Junimart meminta maaf kepada publik atas pernyataannya.(sangpencerah.id)