Pemuda Muhammadiyah Desak Pemerintah Tarik Coklat Gratis Kondom


JAKARTA – Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mendesak pemerintah daerah serius menanggapi penjualan cokelat berhadiah kondom di Malang. Menurutnya, hadiah kondom itu bisa membuat seks bebas di tengah masyarakat.
“Cokelat berbonus kondom tidak etis seolah-olah berbicara free sex. Tidak cocok di budaya Indonesia karena mayoritas beragama Islam. Barang harus ditarik, dan Kementerian harus bertindak tegas. Harus ada etika dalam pemasaran produk,” kata Dahnil di Kantor Pusat PP Muhammadiyah Jakarta, Minggu (8/2/2015).
Dahnil mendesak agar menarik produk cokelat berhadiah kondom. Kasus seperti sering terulang karena hukum di Indonesia tak tegas.
“Ini terjadi karena kurang jelasnya hukum di Indonesia sehingga iklan seperti ini terus terulang, ini enggak sesuai etika di bangsa kita,” ujarnya.
Beli cokelat gratis kondom pertama kali diketahui ketika netizen memfoto dan mengunggah gambar tersebut ke social media, hingga memancing komentar. Pengunggah mengungkapkan kalau paket tersebut berada di sekitar Kota Malang.
“RED ALERT!! Coklat+kondom dibagikan gratis di Malang. Kemungkinan juga di daerah lain atau dijual di supermarket2. Waspadalah…. waspadalah!,” tulis akun Bejo Paijo, Rabu (4/2) lalu.
“Klo ada pembagian gratis segera gerakkan rekan2 ikhwah utk ikut mendapatkannya sebanyak mungkin. Kita minimalisir penyebarannya. Semoga Allah melimpahkan hidayah pada putra-putri negeri ini,” lanjutnya. (sp/merdeka)