Kemenag Jember Minta Wacana Tes Keperawanan Siswi Ditinjau Ulang

Jember – Komisi D DPRD Jember dalam rapat koordinasi Badan Legislatif bersama Dinas Pendidikan, Rabu (4/2/2015) mengusulkan adanya tes keperawanan sebagai salah satu syarat kelulusan dalam ujian nasional. Alasan usulan tersebut karena, di Jember siswi SMP dan SMA sudah banyak yang melakukan hubungan seksual di luar nikah dan dilakukan secara bebas.
Menanggapi hal tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) Jember meminta agar Komisi D meninjau ulang wacana raperda keperawanan sebagai syarat kelulusan. Jika perda itu diterapkan, bisa berdampak pada psikologis pada siswi. Alasan Kemenag Jember menurut Rosadi Bahar selaku kepala kemenag bahwa tes keperawanan bisa berdampak psikologis kepada siswi dan konsentrasi belajar. Untuk itu, Bahar meminta agar reperda Akhlakul Karimah dikaji ulang. “Ayo bersama-sama membahas itu sebelum menjadi raperda,” pungkasnya.
Masalah pergaulan bebas memang kian hari semakin parah. Oleh karena itu diperlukan kerjasama semua pihak terutama pihak keluarga yang merupakan lingkungan terdekat remaja. Jika benteng keluarga sudah kuat, Insya Allah remaja kita tidak akan terpengaruh oleh ekses negatif globalisasi. (Rob)